Pamekasan (ANTARA) - PT Pertamina menambah kuota pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan solar untuk Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur sebagai upaya mengurangi antrean kendaraan bermotor di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di wilayah itu.
"Selain untuk mengurangi antrean, penambahan kuota BBM bersubsidi ini juga untuk memenuhi kebutuhan yang cenderung meningkat," kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Pamekasan Sri Puji Harijani di Pamekasan, Kamis.
Ia menjelaskan, jatah pembelian BBM bersubsidi jenis solar untuk Kabupaten Pamekasan pada tahun 2025 sebanyak 32.000 kiloliter (kL). Pada tahun 2026 ini naik menjadi 36.431 kiloliter.
"Ada kenaikan sebanyak 4.431 kiloliter untuk tahun 2026 ini dibanding 2025," katanya.
Sedangkan, sambung dia, untuk kuota BBM bersubsidi jenis Pertalite naik sebanyak 3.544 kiloliter, dari sebelumnya 77.000 kiloliter menjadi 80.544 kiloliter.
"Kenaikan kuota BBM bersubsidi oleh BPH Migas ini setelah mempertimbangkan tingkat penyerapan yang terjadi di lapangan," katanya.
Menurut Kabag Perekonomian Pemkab Pamekasan Sri Puji Harijani, BBM bersubsidi jenis Pertalite dan solar itu hanya untuk pemilik kendaraan bermotor, bukan untuk pembeli yang menggunakan jeriken.
"Pembelian menggunakan jeriken diperbolehkan di SPBU apabila mengantongi rekomendasi dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait," katanya.
Ia mencontohkan seperti dinas pertanian untuk petani yang akan digunakan untuk mesin bajak sawah, dinas perikanan dan kelautan untuk nelayan yang akan digunakan oleh kapal penangkap ikan dan usaha perikanan lainnya.
Puji berharap penyesuaian kuota BBM bersubsidi itu dapat menjaga stabilitas pasokan BBM bersubsidi di daerah sehingga seluruh kebutuhan sektor produktif masyarakat dapat terlayani dengan baik.
Ia juga mengajak semua pihak ikut memantau penggunaan BBM bersubsidi tersebut agar tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya.
"Jangan sampai ada BBM untuk alat mesin pertanian dijual lagi untuk kebutuhan jenis lain. Jadi, mari kita pantau bersama-sama agar subsidi yang diberikan pemerintah ini bisa tepat sasaran, yakni sesuai dengan peruntukannya," kata.
Pewarta: Abd AzizEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.