Surabaya - Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Kota Surabaya Sucipto akhirnya dicopot dari jabatannya setelah menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Pasar Gayungsari senilai Rp2 miliar.
Informasi yang dihimpun ANTARA di lingkungan Pemkot Surabaya, Jumat, menyebutkan Pemkot Surabaya sudah menyiapkan pelaksana tugas (Plt) Dirut PD Pasar sebagai pengganti Sucipto. Pengganti Sucipto tersebut dari kalangan internal PD Pasar sendiri yakni Direktur Teknik Dwi Hari.
Surat penunjukan tersebut telah dikirim ke Badan Pengawas PD Pasar melalui Bagian Hukum Pemkot. "Surat tersebut diperkirakan sudah sampai di meja Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk di tanda tangani," kata sumber yang enggan ditulis namanya.
Menurut sumber tersebut, pergantian tersebut dilakukan mengingat selama proses penyelidikan kasus pembangunan Pasar Gayungsari oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, uang kas terus menyusut sehingga perlu diusut.
Selain Sucipto, pencopotan juga dilakukan terhadap Direktur Keuangan (Dirkeu) PD Pasar Soesantyo yang juga terlibat dalam kasus yang sama. Sedangkan pengganti dari Soseantyo adalah Dwi Hari yang juga merangkap sebagai Plt Dirut.
Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Suharto Wardoyo membenarkan bahwa surat pergantian sudah diteken Wali Kota Surabaya pada Jumat ini. Surat tersebut sudah diserahkan ke bagian perekonomian untuk diserahkan ke bawas untuk selanjutnya diserahkan ke Sucipto dan Soesantyo.
Ketua Dewas PD Pasar Samba Prawira Negara mengatakan pihaknya sudah menyerahkan surat tersebut ke Sucipto yang isinya soal pencopotan Sucipto dan penunjukan Plt.
Pencopotan Sucipto itu didasari tiga alasan. Pertama, terjadi penggunaan keuangan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kedua, tidak menjalankan rencana anggaran kerja yang sudah ditetapkan dan ketiga, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Ketua Komisi D Bidang Perekonomian DPRD Surabaya M. Machmud mengatakan tidak mempermasalahkan jika Dirut PD Pasar diganti. "Kalau dalam aturan, jika sudah tersangka, ya, harus diganti," katanya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga berpesan agar Plt Dirut yang baru harus berhati-hati agar menggunakan uang kas tanpa prosedur yang jelas. "Kalau menambah uang kas silahkan saja karena banyak investor yang tertarik mendirikan pasar di Surabaya," katanya.
Sementara itu, Dirut PD Pasar Sucipto hingga Jumat sore ini tidak bisa dikonfirmasi. Bahkan ponselnya juga tidak bisa dihubungi. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.