Eksotisme alam di air terjun ini, bukan hanya menarik kunjungan wisatawan dari lokal Kediri saja, tetapi banyak dari luar daerah, seperti Madiun, Surabaya, hingga sejumlah daerah di luar Jawa.
Seperti yang diungkapkan oleh Dewi, pengunjung dari Madiun. Ia khusus datang dengan keluarga besarnya melihat langsung air terjun yang dikatakan orang sangat eksotis.
"Kalau yang saya dengar air terjun ini sangat indah, dan setelah saya datang sendiri, memang menarik. Panorama alamnya memukau dan benar-benar alami," ucapnya.
Kolid, pengunjung asal Surabaya mengatakan baru pertama kali ini datang ke lokasi air terjun Dolo. Ia merasa nyaman di tempat ini, dan pikiran menjadi lebih tenang.
"Saya ingin buktikan keindahan alamnya, dan memang menarik sekali. Rasanya, hati tentram dan tenang berkunjung ke sini," katanya.
Tak jauh dari lokasi ini, pengunjung masih bisa menikmati air terjun lainnya, yaitu air terjun Irenggolo. Jarak antara Dolo dengan Irenggolo tidak terlalu jauh, hanya sekitar 5 kilometer. Lokasi air terjun ini tidak kalah memukau dibanding Dolo.
Walaupun panorama alamnya sangat memukau dan eksotis, untuk perjalanan ke lokasi wisata ini memang belum sepenuhnya ada angkutan umum. Para pengunjung bisa memanfaatkan travel ke lokasi ini maupun kendaraan pribadi.
Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Daerah, Rudi mengatakan pemerintah sudah membuat rencana untuk paketan dengan lokasi wisata Gereja Puhsarang di Desa Puhsarang, Kecamatan Semen, serta pusat perkebunan mangga, Kecamatan Banyakan.
Untuk itu, pihaknya sudah koordinasi untuk rencana perbaikan fasilitas di tempat itu. Selain penambahan fasilitas seperti mainan, juga rencana trayek, untuk memudahkan pengunjung datang ke lokasi wisata.
"Kami tetap jaga dan lestarikan sumber mata air ini. Berbagai upaya untuk menarik wisatawan tetap kami lakukan, di antaranya dengan menambah fasilitas," kata Kepala Bidang Promosi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri, Rudi.(chusna05@yahoo.co.id))
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.