Berlin (ANTARA/AFP) - Pelatih Jerman, Joachim Loew, menegaskan bahwa timnya tidak merasa takut untuk menghadapi finalis Piala Dunia 2010, Belanda, pada pertandingan persahabatan di Hamburg, Selasa petang (Rabu dini hari WIB). Loew bahkan berkeinginan untuk menjadikan partai tersebut sebagai penutup sempurna tahun 2011. Setelah memenangi sepuluh dari sepuluh pertandingan kualifikasi Euro 2012, dan mengalahkan Brazil pada pertandingan persahabatan Agustus silam, Loew berharap Jerman akan meraih kemenangan pertama atas Belanda sejak 1996, sekaligus sebagai peringatan atas pertandingan ke-75nya sebagai pelatih timnas. Kedua tim tidak akan diperkuat beberapa pemain kuncinya, dengan Jerman tanpa kapten Phillip Lahm yang sedang diistirahatkan dan bintang Bayern Muenchen, Bastian Schweinsteiger yang menderita patah tulang selangka. Sementara Belanda tidak dapat memainkan gelandang Rafael van der Vaart karena masalah cedera paha, sedangkan penyerang Robin van Persie sudah kembali ke Arsenal untuk beristirahat. Daya serang Belanda akan bertumpu pada bintang Inter Milan, Wesley Sneijder, dan pemain Liverpool, Dirk Kuyt. Tetapi Loew mengatakan kalau timnya - termasuk pengatur serangan Real Madrid, Mesut Ozil, dan penyerang Bayern, Mario Gomez - menikmati tantangan tersebut. "Kami tidak takut dan tidak ada alasan untuk takut," kata Loew kepada reporter, Senin. "Ini akan menjadi tantangan yang hebat untuk bermain melawan tim nomor dua di dunia. Saya mengharapkan permainan yang agresif dan menarik." Kedua tim yang difavoritkan untuk menjuarai Euro 2012 ini memiliki sejarah pertemuan yang panjang. Jerman memimpin dengan 13 kemenangan, sedangkan Belanda baru sepuluh kali menang, keduanya bermain seri sebanyak 14 kali sejak pertemuan perdana pada 1910. Pertandingan paling panas terjadi di Milan pada Piala Dunia 1990, ketika Jerman mengalahkan Belanda dengan skor 2-1 di babak perempat final. Rudi Voeller dan Frank Rijkaard diusir wasit di awal pertandingan, setelah Voeller kedapatan meludahi Rijkaard. Reporter Belanda tidak dapat menahan diri untuk bertanya, apakah pertandingan di Hamburg ini merupakan pertandingan persahabatan atau perang antara kedua negara tersebut. "ini pertandingan ujian bagi kedua tim, pertandingan ini tidak memberi pengaruh apapun untuk tahun depan," jawab Loew dengan diplomatis. "Tentu saja, kami berdua menginginkan kemenangan, kami berdua ingin menunjukkan apa yang bisa kami lakukan, namun saya tidak berpikir untuk datang dengan level agresi yang lebih tinggi." Loew memainkan formasi eksperimental dengan tiga bek saat bermain imbang 3-3 dengan Ukraina di Kiev, Jumat. Ia kini mempertimbangkan untuk kembali ke formasi tradisional 4-4-2 saat melawan Belanda.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026