Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggagas paket "wisata garam" dengan lokasi di lahan garam milik PT Garam (Persero) di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi. Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Sabtu, menjelaskan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen PT Garam guna membahas rencana tersebut. "Paket 'wisata garam' yang kami gagas itu memang akan menempati lahan garam milik PT Garam. Oleh karena itu, kami harus berkomunikasi dengan manajemen PT Garam," ujarnya di Sumenep. Setelah melakukan beberapa kali koordinasi dan ditindaklanjuti dengan peninjauan ke lapangan, kata dia, lokasi yang dinilai paling cocok untuk paket "wisata garam" tersebut adalah lahan garam milik PT Garam di Desa Nambakor. "Paket 'wisata garam' itu berupa kunjungan ke lahan garam sambil mendengar penjelasan dan melihat dari dekat proses pembuatan garam," ucapnya. Di sekitar lahan garam yang dijadikan sebagai "wisata garam" tersebut, juga akan dilengkapi dengan lokasi pemancingan ikan dan rumah makan. "Paket 'wisata garam' di Desa Nambakor itu akan menambah lokasi wisata yang sudah ada di Sumenep," paparnya. Ia juga mengemukakan, pemanfaatan lahan garam sekitar lima hektare milik PT Garam oleh pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai lokasi "wisata garam" itu dengan status pinjam pakai. "Secara kelembagaan, manajemen PT Garam tidak keberatan dengan rencana kami. Saat ini, kami sedang menyiapkan rancangan nota kesepahaman untuk kepentingan pinjam pakai lahan garam tersebut," kata Busyro, mengungkapkan.(*)


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026