Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS, Senin siang turun, karena pelaku pasar melepas mata uang lokal, meski ada isu bahwa pemerintah Yunani akan menerima dana talangan Uni Eropa.
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank turun menjadi Rp8.965 per dari sebelumnya Rp8.945 atau turun 20 poin, kata Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta.
Ia mengatakan, rupiah terus turun mendekati angka Rp9.000 per dolar, namun Bank Indonesia (BI) masih belum masuk ke pasar.
BI akan melakukan intervensi apabila rupiah makin terpuruk hampir mencapai angka Rp9.000 per dolar, ucapnya.
Ia mengatakan, rupiah sejak dua bulan lalu berkisar antara Rp8.800 hingga Rp9.000 per dolar, karena pergerakannya dijaga ketat oleh BI.
BI akan menjaga rupiah supaya tidak menembus angka Rp9.000 per dolar, apabila menembus level tersebut dikhawatirkan akan terus merosot lebih jauh, ujarnya.
Menurut dia, koreksi terhadap rupiah hanya sementara, karena peluang untuk menguat masih tetap besar.
"Kami memang menunggu masuknya dana asing yang diperkirakan cukup besar, setelah Perdana Menteri Yunani Gearge Papandroeu mengundurkan diri," katanya.
Hal itu, lanjut dia, karena pelaku pasar optimis krisis utang Yunani yang dikhawatirkan merembet ke negara-negara lain tidak akan terjadi, setelah Yunani mendapat dana talangan tersebut.
Yunani sebelumnya akan mengajukan referendum untuk menolak dana bantuan tersebut, karena dipenuhi dengan persyaratan yang ketat, ucapnya.
Ia menambahkan, pasar uang Indonesia akan kembali positif yang mendorong rupiah menguat hingga mendekati angka Rp8.500 per dolar.
Apabila rupiah menguat, maka indek akan terus bergerak naik mendekati angka 4.000 poin yang pada akhir tahun ini diperkirakan akan dapat mencapai 4.100 poin, ujarnya.***5***
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.