Kediri - Sebanyak 28 calon haji plus yang akan berangkat ke Tanah Suci melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Darus Salam, Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kediri, gagal berangkat, karena biro yang mereka pakai diduga palsu.
Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kementerian Agama Kota Kediri, Muamal, Rabu, mengemukakan pihaknya masih akan memanggil pemilik KBIH untuk meminta penjelasan terkait dengan gagalnya keberangkatan serta kegiatan bimbingan.
"Kami akan panggil mereka. Kami ingin tahu tentang perizinan serta kegiatan bimbingan manasiknya selama ini, apakah sudah benar, atau belum," katanya menyebut.
Pada 2009, dirinya sempat memberikan rekomendasi kepada KBIH Darus Salam, pimpinan KH Muzaini Romli dan juga selaku Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Salam.
Rekomendasi itu diberikan untuk proses pengurusan izin yang nantinya diteruskan sampai ke pusat. Namun, pihaknya hingga kini belum mendapat tembusan.
Sementara itu, Sekretaris Yayasan Darussalam, Saifudin Zuhri, mengatakan sampai saat ini masih terus berupaya menyelesaikan gagalnya 28 calon haji yang berangkat dari KBIH yang diurusnya.
Ia meminta pertanggungjawaban PT Nurul Hidayat di Bogor, selaku perusahaan yang mengurusi proses keberangkatan.
"Uang pengurusan visa jamaah sudah kami berikan seluruhnya pada PT Nurul Hidayat dan sudah diterima oleh stafnya. Bahkan, ada bukti pembayaran itu. Namun, uang itu tidak digunakan mengurus visa, dan justru dibawa kabur, hingga menyebabkan jamaah gagal berangkat," katanya.
Ditemui di Ponpes Darus Salam, ia menegaskan bahwa bukan hanya dari Kediri, tetapi total ada 130 calon haji se-Indonesia yang mengalami hal sama.
Pihaknya juga mengaku tidak habis pikir dengan kejadian tersebut, padahal seluruh jamaah sudah memberikan uang antara Rp60-Rp75 juta untuk keberangkatan.
"Para jamaah sempat demo di kantor PT Nurul Hidayat dan kedutaan Saudi Arabia, termasuk ketua yayasan bapak Romli," ucapnya.
Ia juga menyebut, KBIH Darus Salam sudah mendapatkan izin pendirian dari pusat dan turun pada 2011. Izin itu diperoleh langsung dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM).
Namun, sejak tahun 2009, Kemenag sudah tidak mengeluarkan izin pendirian KBIH.
Pihaknya menampik telah memberangkatkan jamaah secara ilegal, mengingat pada 2010 KBIH Darus Salam ternyata sudah memberangkatkan jamaah haji.
Ia mengatakan, KBIH Darus Salam sudah berhasil memberangkatkan satu kali jamaah haji dan empat kali jamaah umroh, dan semuanya berjalan dengan lancar.
Sebuah spanduk ucapan selamat dan keberangkatan terpampang di depan Ponpes Darus Salam. Spanduk itu bertuliskan "Rombongan Jamaah Haji VIP Pondok Pesantren Modern Darus Salam bersama Dzikir SBY. Berangkat dari Istana Negara RI 30 Oktober 2011".
Kondisi KBIH yang kantornya berdekatan dengan lokasi pondok juga terlihat sepi.
Tidak nampak calon haji yang gagal berangkat di kantor tersebut, walaupun mereka sudah dipulangkan dari Jakarta pada Selasa (1/11).
Noto salah satu korban mengaku kecewa dengan pembatalan itu. Namun, ia berharap rombongan itu akan berangkat tahun depan. "Rencananya tahun depan akan berangkat," kata Kepala SMPN 1 Kediri ini. (*)
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.