Surabaya - Sebanyak 16 Kapolres/Kapolresta se-Jawa Timur diganti dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Pol Hadiatmoko di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Jumat. Ke-16 Kapolres/Kapolresta yang berpindah tugas, di antaranya Kapolres Mojokerto, Kapolresta Mojokerto, Kapolres Probolinggo, Kapolres Lumajang, Kapolresta Malang, Kapolres Sumenep, Kapolres Gresik, dan beberapa Kapolres lainnya. Selain para Kapolres, sejumlah pejabat utama Polda Jatim juga diganti dalam upacara itu, di antaranya Karo SDM dan Kabid TI Polda Jatim. Untuk jabatan Dir Intelkam, Dir Narkoba, Dir Polair dan Kasat Brimob masih pejabat lama. "Seumur hidup, ya ini acara serah terima jabatan yang paling panjang, karena begitu banyak Kapolres yang berpindah tugas hingga ibu-ibu Bhayangkari capek berdiri," kata Kapolda Jatim, berkelakar. Hal itu terkait serah terima jabatan yang diikuti puluhan Kapolres/Kapolresta yang lama maupun yang baru, sehingga memerlukan waktu yang lama, meski sebagian di antaranya hanya bergeser/berpindah ke wilayah lain. Ketika dikonfirmasi setelah upacara serah terima jabatan (sertijab) itu usai, Kapolda Jatim mengaku pergantian itu bukan usulan dirinya, melainkan permohonan oleh Kapolda Jatim yang lama. "Itu bukan (usulan) saya, karena saya baru tiga bukan menjabat, sedang sertijab sudah seharusnya dilakukan pada lima bulan lalu. Jadi, pergantian itu memang sudah waktunya," katanya. Dalam sambutannya, Kapolda mengharapkan segenap personel Polda Jatim dapat meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat,sehingga tidak ada komplain lagi dari masyarakat atas ketidakpuasan pelayanan Polri. "Pelayanan Polri kepada publik sekarang harus transparan, karena Polri sekarang disoroti masyarakat. Saya harapkan pejabat lama menyampaikan kepada pejabat baru untuk mentransformasikan program-program yang berdampak positif agar dapat dilanjutkan menjadi lebih baik," katanya. Mantan Kapolda Bali itu menambahkan Polri juga harus membangun kemitraan dan kerja sama dengan semua kalangan untuk mewujudkan kepercayaan masyarakat, seperti kemitraan dengan TNI, ulama, masyarakat, dan media. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026