Jember - Sejumlah perwakilan pemuda di Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak agar pemerintah kabupaten setempat membubarkan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) karena dinilai tidak berfungsi optimal sebagai pemersatu bangsa. Perwakilan pemuda yang terdiri dari Pemuda Pancasila, Pemuda Panca Marga, Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pelopor, Santri Kreatif, Forum Peduli Lingkungan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda di halaman gedung DPRD Jember, Jumat. "KNPI seharusnya sebagai wadah berhimpun dan merupakan inti dari kekuatan pemuda, namun kenyataannya peran dan funsgi KNPI tidak berjalan sesuai dengan harapan. Kami mendesak untuk dibubarkan saja," tutur Ketua Pemuda Pelopor Jember, Rendra Wirawan. Menurut dia, KNPI memiliki fungsi dan peran yang strategis untuk mempersatukan pemuda-pemudi dan memberikan ruang kepada generasi bangsa untuk berkarya dalam membangunan bangsa, namun hal tersebut tidak dilaksanakan dengan baik. "Kami mengajak semua elemen pemuda di Jember untuk merevisi KNPI yang ada di kabupaten setempat karena mereka tidak berfungsi sebagai alat pemersatu pemuda," ucap mantan anggota DPRD Jember itu. Ia menjelaskan banyak persoalan yang dihadapi para pemuda di Jember, sehingga generasi penerus bangsa saat ini mengalami degradasi moral terkait paradigma materialistis dan tidak adanya kepekaan sosial terhadap masyarakat. "Beberapa faktor yang menyebabkan hal itu antara lain tidak adanya kepemimpinan bangsa yang bisa diteladani, rasa persatuan yang kurang, dan banyaknya kasus perkelahian atau tawuran yang melibatkan pemuda. Ini sangat memprihatinkan," paparnya. Rendra berharap momentum Sumpah Pemuda menjadi titik awal bagi pemuda untuk bangkit dan berperan dalam perubahan bangsa Indonesia yang lebih baik. "Kami juga melakukan kampanye stop narkoba kepada para pemuda di Jember dan mengajak generasi penerus bangsa mengukir prestasi sebanyak-banyaknya," katanya menambahkan. Sejumlah aktivis pemuda dari berbagai organisasi membagikan selebaran yang bertuliskan "Manipulasi data pajak adalah bagian dari merusak generasi muda, Lawan!" dan mereka juga melakukan aksi tanam pohon untuk menjaga kelestarian bumi dari pemanasan global.(*)


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026