Surabaya - Wakil Direktur "Peace Corps" (lembaga pengembangan masyarakat dari Pemerintah AS) Carrie Hessler-Radelet menemui sebagian dari 43 relawannya yang bertugas di Jawa Timur sejak tahun 2010. "Peace Corps itu program penting karena ada tiga manfaat yakni pendidikan, relawan AS yang mengajar akan paham tentang orang Indonesia, dan orang Indonesia juga paham orang AS," katanya di Surabaya, Rabu malam. Ia mengemukakan hal itu saat bertemu dengan sejumlah relawan dan puluhan kepala sekolah dari SMA/MA Negeri dari 21 kabupaten dan satu kota di Jatim yang menerima program "Peace Corps" itu. Dalam pertemuan di kediaman Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer itu, ia menjelaskan Indonesia merupakan negara penting dalam peta dunia, termasuk Jawa Timur juga merupakan provinsi besar dan penting. "Karena itu, saya berterima kasih sekali kepada mitra kami dari kepala sekolah di Jatim dan pemerintah provinsi di sini. Terima kasih atas kerja sama selama ini, sehingga program ini semakin berkembang," katanya. Senada dengan itu, manajer program "Peace Corps" Muhammad Miftahuddin mengatakan Wakil Direktur Peace Corps, Carrie Hessler-Radelet, juga menemui langsung relawan yang bertugas di Jombang dan Mojokerto. "Bu Carrie Hessler-Radelet akan mengunjungi dan menemui relawan di MAN 6 Jombang dan MAN 1 Mojosari-Mojokerto," katanya, didampingi Humas Konjen AS Emily Y Norris. Menurut dia, relawan di bidang pengajaran Bahasa Inggris akan bertugas selama 27 bulan yakni tiga bulan mengikuti latihan pendampingan masyarakat dan 24 bulan mengajar di sekolah-sekolah yang jauh dari kota. "Di Jatim sudah ada 20 kabupaten dan satu kota yang menerima program itu sejak 17 Juni 2010, namun akan kami kembangkan juga ke kabupaten atau kota lain di Jatim yang sampai saat ini masih ada 17 daerah yang belum tergarap program itu," katanya. Ia mengatakan Peace Corps dalam pendidikan Bahasa Inggris itu mengajarkan berbagai metode pengajaran Bahasa Inggris yang mudah dipahami dan interaktif, sehingga menumbuhkan motivasi siswa dan guru setempat. "Metode mana yang dipilih tetap menyesuaikan kondisi, tapi umumnya tidak langsung mengajarkan tata bahasa (grammar), melainkan belajar berbicara sekadarnya, lalu tata bahasa disesuaikan," katanya. Sementara itu, Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer mengatakan Peace Corps yang kini memiliki 8.665 relawan pada 77 negara itu telah memulai kegiatannya sejak Januari 2010. "Sejak dua tahun terakhir, di Jatim telah bertugas 43 relawan di bidang pengajaran, sehingga Peace Corps dapat menjadi jembatan untuk saling memahami antara masyarakat Indonesia dan Amerika," katanya. Secara terpisah, Kepala Sekolah SMAN I Dringu, Kabupaten Probolinggo, Addin Budi Satrio, mengaku kehadiran relawan "Peace Corps" bernama Giovanna Bocanegra telah memotivasi siswa dan guru. "Alhamdulillah, motivasi belajar siswa dalam Bahasa Inggris meningkat, apalagi mereka menerimanya dari sumbernya secara langsung atau orang asing sendiri. Mereka belajar bicara tanpa grammar dulu, lalu bila lancar akan disesuaikan dengan grammar," katanya. Ia menambahkan relawan AS itu juga senang kesenian di Probolinggo. "Dia juga senang musik dangdut, jadi kami sangat akrab, sehingga tugasnya selama satu tahun dan empat bulan masih terasa baru saja," katanya. (*)


Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026