Bojonegoro - Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai kemungkinan terjadinya angin puting beliung pada masa pancaroba yang bisa menimbulkan kerusakan.
"Kita waspadai hujan di awal musim hujan, sebab biasanya selalu disertai angin puting beliung," kata Kepala BPBD Bojonegoro, Kasiyanto, Senin.
Ia menjelaskan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, di Bojonegoro tercatat ada 34 desa yang terbesar di 17 kecamatan rawan dilanda puting beliung.
Berdasarkan data bencana puting beliung yang pernah terjadi sebelumnya, daerah terparah yang dilanda puting beliung yaitu di Kecamatan Kota enam desa, di Kecamatan Sumberrejo empat desa , Kepohbaru dan Sekar masing-masing tiga desa.
"Di kecamatan lainnya merata hanya satu desa, seperti di Kecamatan Balen, Kapas, juga Sukosewu," katanya menjelaskan.
Secara terpisah, Sekretaris BPBD Bojonegoro, Budi MZ, didampingi Kasi Kesiapsiagaan BPBD, Sutardjo, menambahkan, pihaknya sudah menerima buku yang berisi prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso, Malang.
Bukut tersebut, berisi data prakiraan cuaca, curah hujan dan sifat hujan di daerah Jatim, termasuk Bojonegoro, Oktober, November hingga Desember. Berdasarkan prakiraan itu, di Bojonegoro masuk musim hujan awal November.
Mengutip prakiraan BMKG, secara umum di Jatim curah hujan berkisar 3-171 mm sebulan. Sedangkan sifat hujan di Jatim pada Oktober yakni normal 29,50 persen, bawah normal 13,67 persen, normal 69,06 persen dan atas normal 17,27 persen.
Sementara itu, curah hujan pada November berkisar 110-415 mm. Sedangkan sifat hujan pada November bawah normal 11.51 persen, normal 79,14 persen dan atas normal 9,35 persen.
Budi menambahkan, data dari buku prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Karangploso Malang itu, sudah dikirimkan ke jajaran pemkab, di antaranya dinas pertanian, dinas perhutanan dan perkebunan, dinas pengairan, juga dinas lainnya.
"Tujuannya, agar semua dinas dan instansi yang ada di jajaran pemkab bisa mengantisipasi datangnya musim hujan," kata Budi menegaskan. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.