Semarang - Pebalap Eric Sheppard menjadi yang tercepat pada "Speedy Tour de Indonesia" (STdI) etape IV dari Tegal menuju Semarang yang finis di depan Kantor Balaikota Semarang, Rabu.
Pebalap dari tim Plan B Racing Team Australia itu, mampu membukukan catatan waktu 03.51.15 dan disusul Shinichi Fukushima dari Trengganu Cycling Team Malaysia dan Nandra Eko Wahyudi dari Polygon Sweet Nice Surabaya (PSN) dengan waktu sama.
Diposisi empat pebalap Global Cycling Team, Harm de Vries dengan waktu sama serta diposisi kelima pebalap asal tim Eddy Hollands Bicyecle Services, Edmud Hollans.
Dietape IV dari Tegal menuju Semarang terdapat dua titik "sprint" yang harus dilalui yaitu di km 54,6 (Koramil Wira Desa), serta di km 119,1 di gerbang Kendal Kota Beribadah.
Sebelum memasuki titik sprint, semua pebalap harus melalui lintasan datar dengan cuaca yang cukup panas. Selain itu, juga dihadapkan dengan ramainya lalu lintas serta pasar tumpah.
Dititik sprint pebalap Trengganu Cycling Team Malaysia, Mohd Harrif Salleh menjadi yang tercepat disusul pebalap Ahmad Fakrullah Alias dari Malaysia National Team.
Selepas titik sprint jalur yang dilalui berbelok-belok terutama di Pekalongan dan Batang. Setelah itu, baru dihadapkan pada "rolling" dan tanjakan tepatnya di Hutan Alas Roban dan langsung dihadapan dengan rolling lagi.
Pebalap kembali harus menunjukkan kemampuannya dalam beradu sprint di km 119,1 atau di gerbang Kendal Kota Beribadah. Pebalap Trengganu Cycling Team, Aunar Manan menjadi yang tercepat disusul Loh Sea Keong dari Malaysian National Team. Setelah itu, lintasan cenderung datar hingga garis finis di Semarang.
Di Semarang sambutan masyarakat cukup tinggi, meski beberapa titik lintasan kemecetan. Dalam etape ini, juga terjadi kecelakaan yang menimpa fotografer Harian Go Sport, Hermansyah dan harus menjalani perawatan.
Setelah tuntas etape IV, semua pebalap yang finis harus melanjutkan ke etape V dari Semarang menuju Tawangmangu dengan jarak tempuh 144,5 km, Kamis (6/10).
Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.