Denpasar - Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya dinobatkan menjadi tim terbaik gelaran Speedy Tour d'Indonesia (STDI) 2011 dari Jakarta menuju Denpasar sejauh 1349,4 km dengan membukukan catatan waktu 103.25.41.
Meski gagal menjadi yang terbaik di etape X dari Kintamani menuju Denpasar, Rabu, tim yang beranggotakan Jimmy Pranata, Bambang Suryadi, Dani Lesama, Nandra Eko Wahyudi dan Matnur itu tetap tidak tergeser pada klasemen tim.
Diposisi dua ditempati tim asal China, Hongkong dengan catatan waktu 103.26.15 dan posisi ketiga ditempati oleh tim asal Jerman, Germany Wurtternberg dengan catatan waktu 103.42.04.
"Hasil ini telah sesuai target setelah yellow jersey lepas di etape IX," kata manager PSN Surabaya, Wawan Setyobudi setelah menerima piala tim terbaik di Lapangan Puputan Denpasar Bali.
Menurut dia, harapan terbaik bagi PSN setelah yellow jersey tanda pimpinan perlombaan serta polkadot jersey atau raja tanjakan yang sebelumnya dipegang pebalap andalannya yaitu Bambang Suryadi lepas di etape IX hanyalah sebagai tim terbaik.
Khusus untuk individual, asal PSN Surabaya sedikit terobati setelah Bambang Suryadi dinobatkan sebagai pebalap Indonesia tercepat atau pemegang Red-White jersey. Pebalap asal Probolinggo itu membukukan catatan waktu 34.27.19.
Pebalap berusia 21 tahun itu mengungguli rekan satu timnya, Dani Lesmana dengan catatan waktu 34.28.43 dan diposisi tiga Fito Bakdo Prilanji dari Warung Sego Penyetan Management dengan catatan waktu 34.30.28.
Dengan perdikat sebagai pebalap nasional tercepat, Bambang Suryadi berhak mendapatkan hadiah sebesar 1.800 dolar AS. Sedangkan untuk peringkat kedua raja tanjakan atau polkadot jersey, pebalap asal Probolinggo itu berhak mendapatkan hadiah 1.250 dolar AS.
"Saya tadi bersama-sama teman berusaha mengamankan tim. Ternyata tercapai," kata Bambang Suryadi.
Sebetulnya, dirinya mengaku kecewa setelah gagal menyabet predikat sebagai pebalap tercepat. Namun dirinya tetap bersyukur dengan hasil yang diraih pada STDI 2011.(*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.