Pacitan - Dampak kekeringan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, disinyalir terus meluas sehingga menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian di daerah setempat terancam gagal panen. "Saat ini saja, sesuai hasil pendataan sementara ada 545 hektare padi yang mengalami kekeringan," kata Kabid Tanaman pangan dan Holtikultura (TPH) Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Pacitan, Budi Wahjuningsih, Jumat. Dampak kekeringan itu beragam, sebagian ada yang masih skala ringan, sedang, dan tidak sedikit pula yang terancam gagal panen. Lahan pertanian yang saat ini sudah terdampak kekeringan hampir merata di semua kecamatan diantaranya Kecamatan Pringkuku, Bandar, Nawangan, Tulakan, serta Sudimoro. "Kami khawatir dampak kekeringan akan terus meluas karena sampai saat ini pun laporan masih terus masuk ke dinas," ujarnya. Meski dinas terkait belum menghitung kerugian tanaman yang puso, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Estimasi tersebut mengacu pada biaya produksi petani berkisar Rp2-3 juta per hektare. Akibat kekeringan itu pula, Budi memperkirakan produksi padi pada musim tanam ketiga ini bakal turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Penurunan diperkirakan bisa mencapai 5,61 persen. "Namun secara akumulatif produksi padi sampai akhir tahun diprediksi naik sekitar 0,83 persen dari target sebanyak 165.180 ton. Salah satu faktor pemicu kenaikan adalah bertambahnya areal tanam sebanyak 6,84 persen dari luas lahan pertanian seluas sekitar 32 ribu hektare," ujarnya. Optimisme capaian itu sendiri didasari pertimbangan masih akan berlangsungnya musim tanam di akhir tahun. Apalagi perkiraan hujan akan turun mulai Oktober. (*)


Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026