Surabaya - Polisi dan Tim Laboratorium Forensik belum menyimpulkan hasil penyelidikan yang dilakukan atas hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) atas insiden kebakaran di atas KM Kirana IX di Dermaga Surya Pelabuhan Tanjung Perak.
"Sampai saat ini belum ada kesimpulan apapun. Dugaan-dugaan juga belum mengarah kepada benda apapun," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Jayadi di Mapolres, Jumat.
Pihaknya juga meminta kepada publik untuk bersabar menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. Beberapa barang bukti yang dianggap sebagai pemicu api juga masih diselidiki.
"Kami harap sabar sebentar, nanti kalau Tim Labfor sudah menemukan penyebabnya, maka pasti kami ekspos ke media dan disebarkan di hadapan publik," tukasnya.
Kendati demikian, tim olah TKP menemukan temuan baru di lokasi kejadian. Sayang, Jayadi masih enggan menjelaskan temuan baru yang dimaksud.
Sementara itu, untuk lebih mendalami kasus ini, Tim Labfor kembali melakukan olah TKP di lokasi kejadia, terutama di dek mobil KM Kirana IX yang sampai saat ini bersandar di Dermaga Gapura Surya.
Bahkan untuk mencari bukti baru atau tambahan, Tim Labfor memotong sebagian instalasi kapal untuk mengetahui titik api berasal. Instalasi tersebut berada di bagian tengah, tepatnya di atas truk fuso muatan bawang bombay.
Sebagaimana temuan penyidik, di bagian tersebut terdapat bekas jelaga berbentuk lingkaran berdiamater sekitar satu meter.
Jayadi juga mengungkapkan, pihaknya sudah memeriksa sekitar 17 saksi dalam kasus ini. Namun sampai sekarang belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Ada atau tidaknya tersangka menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Yang jelas sekarang belum ada dan penyidik masih berusaha menjalankan tugasnya," kata Jayadi.
Sebelumnya, KM Kirana IX jurusan Balikpapan terbakar di Dermaga Gapura Surya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/9) sekitar pukul 06.00 WIB.
Sebanyak delapan penumpang meninggal dunia dan 55 lainnya terluka karena tergencet dan terinjak-injak ribuan penumpang yang berusaha keluar serta berebut menyelamatkan diri. (*)
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.