Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pusat Riset Pesantren dan Diniyah Jawa Timur di Islamic Center Surabaya, Kamis, sekaligus memberikan kuliah umum kepada penerima beasiswa.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasantri baru penerima beasiswa. Tentu, LPPD Provinsi Jawa Timur punya tugas berat tidak sekadar menyiapkan sarjana dan ulama, melainkan mampu menangkap peradaban dunia melalui pendekatan Islam moderat, Islam toleran, Islam penuh kasih, dan damai dari pesantren di Jatim," kata Khofifah.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) memberikan beasiswa kepada 1.100 santri untuk jenjang S1, S2, S3, Ma'had Aly, Universitas Al-Azhar Kairo, serta program sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).



Khofifah mengatakan program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jawa Timur sekaligus memperkuat pendidikan di lingkungan pesantren.

"Mahasantri tidak cukup hanya mampu membaca kitab, tetapi juga harus mampu membaca zaman dan membaca kebutuhan umat," ujarnya.

Program beasiswa bagi santri pesantren Jawa Timur telah berjalan sejak 2019. Hingga 2026, sebanyak 7.796 santri telah menerima manfaat program tersebut, dengan 2.395 penerima menyelesaikan jenjang sarjana, 1.345 magister, dan 75 doktor.

Khofifah mengatakan pengembangan pesantren juga mencakup pemberdayaan ekonomi, kesehatan, lingkungan, pengurangan risiko bencana, perlindungan perempuan dan anak, sumber daya manusia, serta Sistem Data dan Informasi Pesantren Daerah (SDIPD).

 



Terkait pusat riset, Khofifah mengatakan keberadaannya diharapkan memperkuat pesantren sebagai produsen pengetahuan.

"Produk intelektual itu dipublikasi menjadi lebih 40 buku, itu adalah hasil riset mereka, dan tahun ini, semester ini, target kami dari Indonesia khusus Jawa Timur itu nanti melepas 125 periset pesantren," ujarnya.

Ketua LPPD Provinsi Jatim Prof Abdul Halim Soebahar mengatakan mahasiswa penerima beasiswa juga telah menghasilkan karya ilmiah.

"Semua yang ada di sini karya mahasiswa, yang mendapat beasiswa dari Provinsi Jatim. Maka, dalam semester ini insya Allah S2 Mesir akan mem-publish 30 buku hasil resume dari 150 kitab berbahasa Arab," katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026