Surabaya - Perusahaan di bidang jasa layanan internet, multimedia, dan jasa berbasis internet PT Indosat Mega Media (IM2) menghadirkan mata kuliah Android di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. "Kerja sama kuliah ini merupakan yang pertama di Indonesia. Tujuannya, membahas teknologi dan peluang bisnis android di Tanag Air," kata General Manager PT Indosat Mega Media (IM2) East Java and Bali Nusra Region, Andi Asrianto, ditemui dalam Kuliah Perdana Mata Kuliah Android, di Surabaya, Kamis. Upaya itu, ungkap dia, merupakan realisasi sinergi perusahaannya dengan kalangan civitas akademika. Selain itu, untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa jalinan kerja sama keduanya bisa terwujud secara nyata. "Sementara itu, jadwal pelaksanaan kuliah android dilakukan selama satu semester penuh dengan diikuti oleh 90 orang mahasiswa jurusan Teknik Informatika," ujarnya. Dalam perkuliahan tersebut, ia merinci, pengajar berasal akan diseleksi oleh pihaknya baik dari sisi prosesionalitas, pembuatan aplikasi berbasis android, maupun pemasarannya. "Para praktisi akan mengajarkan mahasiswa membuat karya aplikasi berbasis android dan pemasarannya," katanya. Karya berupa tugas para mahasiswa tersebut, ulas dia, akan di-upload ke i-store milik Indosat (istore.indosatm2.com) yang siap diakses dan dipasarkan kepada masyarakat di penjuru Nusantara. "Mahasiswa pemilik karya itu bebas menentukan apakah aplikasinya tersebut akan dijual dengan sistem bagi hasil atau gratis," katanya. Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah Android ITS Surabaya, Imam Kusdarwayan, menargetkan, keberadaan mata kuliah tersebut dapat memacu semangat mahasiswa membuat aplikasi unik, menarik, dan diminati masyarakat. "Mahasiswa akan dibagi menjadi beberapa tim. Tiap satu kelompok terdiri atas dua hingga tiga orang," katanya. Lalu, lanjut dia, masing-masing kelompok dari mahasiswa tersebut diminta menciptakan minimal dua aplikasi. Dengan adanya 90 orang mahasiswa yang mengikuti mata kuliah android, pihaknya optimistis menghasilkan sekitar 45 aplikasi berbasis android. "Mereka bebas membuat aplikasi yang diinginkan baik di bidang sosial, video, maupun musik," katanya.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026