Ini pemikiran baru kita untuk mengenalkan Untag Surabaya melalui film

Surabaya (ANTARA) - Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meluncurkan film pendek "Kita yang Menulis Cerita" yang mengangkat isu kekerasan seksual di lingkungan kampus sebagai media internalisasi nilai kejujuran, keberadaban, kreativitas, dan kebangsaan kepada mahasiswa dan masyarakat.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk berani jujur, terbuka, dan tidak tabu mendiskusikan hal-hal yang sensitif, tidak ada kekerasan seksual, bullying, dan lain-lain,” kata Rektor Untag Surabaya Dr Harjo Seputro di Surabaya, Jawa Timur, Jumat.

Film tersebut berkisah tentang sekelompok mahasiswa yang menghadapi dilema moral, empati, dan tanggung jawab sosial saat menulis karya antologi.

Harjo mengatakan film menjadi bagian dari upaya kampus menginternalisasi lima basis nilai Untag sekaligus membuka ruang pembahasan terhadap isu sensitif di lingkungan perguruan tinggi.

Menurut dia, peluncuran film merupakan pendekatan baru dalam mengenalkan kampus kepada publik karena promosi perguruan tinggi selama ini lebih banyak dilakukan melalui cara konvensional.

“Ini pemikiran baru kita untuk mengenalkan Untag Surabaya melalui film,” tuturnya.

Ia menambahkan film memiliki potensi menjangkau generasi muda, khususnya Generasi Z, melalui karya kreatif yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

Film tersebut tidak hanya ditujukan bagi kalangan internal kampus, tetapi juga dapat dinikmati masyarakat umum setelah dipublikasikan.

Harjo menyebut produksi film melibatkan sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), antara lain UKM sinematografi, teater, fotografi, dan musik.

“Produksi film melibatkan sejumlah unit kegiatan mahasiswa (UKM). Mulai dari sinematografi, teater, fotografi, dan musik,” ungkap Harjo.

Sementara itu, Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat mengatakan alur film disusun berdasarkan fenomena yang berkembang secara nasional dan diarahkan pada cara mahasiswa menyikapi persoalan dengan berpedoman pada lima basis nilai Untag.

"Andaikata mungkin nanti akan terjadi di kampus, bagaimana kita menyikapi sebuah masalah itu, nah itu bisa ada solusinya seperti dari alur tadi," katanya.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026