Kalau sistem mendeteksi suhu overheat, early warning akan aktif. Ada tiga indikator, yaitu buzzer, status di LCD, dan notifikasi dari IoT Blynk
Surabaya (ANTARA) - Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Vendy Febianto Ahmad mengembangkan sistem deteksi dini panas berlebih atau overheat pada sepeda motor berbasis Internet of Things (IoT) untuk memberikan peringatan sebelum suhu mesin mencapai kondisi berbahaya.
"Saya berpikir bagaimana kita bisa mengecek suhu sebelum terjadi overheat. Jadi sebelum overheat kita sudah bisa mengetahui lebih dahulu kondisi suhu mesin," ujar Vendy di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro tersebut mengembangkan perangkat pemantauan suhu mesin yang sebelumnya hanya menampilkan suhu melalui LCD.
Ia menambahkan tiga sensor, yakni PT100 untuk mendeteksi perubahan suhu secara akurat, thermocouple untuk mendeteksi perubahan suhu melalui perbedaan potensial atau tegangan listrik dari dua kawat logam konduktor berbeda.
Kemudian, sensor GY-906 berbasis sirkuit terpadu (IC) MLX90614 mendeteksi suhu objek dan lingkungan secara nirsentuh menggunakan sinar inframerah.
Selain sensor, Vendy menambahkan sistem peringatan dini (early warning system) dilengkapi buzzer, tampilan status pada LCD, dan notifikasi melalui aplikasi IoT Blynk. Sistem itu akan aktif ketika suhu mesin mulai memasuki kondisi berbahaya.
Ia menjelaskan kondisi overheat yang dibiarkan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin, mulai suara mesin menggelitik hingga mesin macet.
Kondisi tersebut dapat dipicu penggunaan kendaraan dalam kemacetan atau kurangnya perhatian terhadap kondisi oli, terutama pada sepeda motor dengan sistem pendingin udara.
"Kalau sistem mendeteksi suhu overheat, early warning akan aktif. Ada tiga indikator, yaitu buzzer, status di LCD, dan notifikasi dari IoT Blynk," katanya.
Sistem itu diuji pada sepeda motor Honda PCX 150 miliknya dengan berkendara hingga suhu mesin tinggi untuk mengetahui respons sensor dan sistem peringatan.
"Dari pengujian PCX 150 yang saya rakit, saya bawa jalan sampai kondisi suhu sekitar 100 derajat dan indikator bawaan motor menyala," kata Vendy.
Ia berharap sistem pemantauan suhu berbasis IoT tersebut tidak hanya menampilkan kondisi suhu mesin, tetapi juga memberikan deteksi dini sehingga pengendara memiliki waktu mengambil tindakan sebelum sepeda motor benar-benar mengalami overheat.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.