Madiun - Puncak arus balik di Terminal Purbaya Madiun, Jawa Timur, sudah terjadi pada Jumat (2/9) atau H+2 dengan penumpang berangkat sebanyak 55.706 orang dan penumpang datang 50.776 orang. "Pada hari H+2 tersebut, ada lebih dari 589 unit bus yang beroperasi di Terminal Purbaya Madiun," ujar Kepala UPTD Terminal Purbaya Kota Madiun, Anung Juda Widyarko, Senin. Menurut dia, jumlah puncak arus balik tersebut masih lebih kecil dari jumlah puncak arus mudik yang terjadi pada H-2 pada Minggu, 28 Agustus, yakni penumpang berangkat mencapai 60.360 orang dan datang 58.720 orang. Hal ini disebabkan, Terminal Madiun merupakan terminal transit. Banyak penumpang yang turun di Terminal Madiun untuk kemudian berlanjut menuju ke daerah lainnya seperti Ponorogo, Pacitan, Ngawi, maupun Magetan. Demikian juga, untuk arah sebaliknya, dari kota kecil transit ke Terminal Madiun dan berlanjut ke kota besar lainnya. Meski demikian, secara umum, kenaikan jumlah penumpang selama momentum Lebaran tahun ini diperkirakan akan mencapai lebih dari 50 persen dari hari biasa. Sebagian besar para pemudik ini datang dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Mojokerto, Malang, hingga Jember. "Untuk jumlah total penumpang saat arus mudik dan balik, kami belum tahu, sebab hingga kini data masih akan terus berjalan sampai H+7. Diperkirakan meningkat hingga 50 persen dari kondisi normal," kata Juda. Adapun jumlah pemudik pada H+5 (5/9) telah menunjukkan penurunan meski masih tergolong tinggi. Data posko Lebaran di terminal setempat mencatat, jumlah keberangkatan penumpang saat ini mencapai 53.337 orang dan jumlah penumpang datang mencapai 48.907 orang. Guna memberikan pelayanan yang terbaik bagi para penumpang dan pemudik pada umumnya, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait telah mendirikan posko pengamanan dan kesehatan untuk mengantisipasi adanya tindakan gangguan kriminal maupun kesehatan dalam bermudik. "Selain itu, kami juga secara mendadak mengadakan razia terhadap sejumlah armada bus yang ada di Terminal Madiun untuk mengecek kondisi kelayakan kendaraan. Jika ditemukan ada yang menyalahi aturan maka akan kami tilang dan larang beroperasi hingga kesalahan tersebut diperbaiki," tegas Juda. Pihaknya memperkirakan arus balik Lebaran akan berakhir pada H+7 mendatang yang bersamaan dengan berakhirnya liburan sekolah. Sebab, pada tanggal 8 September 2011, para siswa dan guru sudah kembali masuk sekolah.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026