Trenggalek - Puluhan warga Desa Nglongsor dan Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menggelar aksi blokade dengan cara menanam pisang di tengah ruas jalan desa setempat hingga radius lima kilometer. Koresponden ANTARA di Trenggalek, Sabtu, melaporkan aksi blokade yang berlangsung sejak Jumat (19/8) malam hingga Sabtu dinihari itu dipicu oleh kekecewaan warga atas kebijakan pengalihan proyek perbaikan infrastruktur jalan yang dilakukan Bupati Trenggalek, Mulyadi Wr. Semula, proyek infrastruktur senilai Rp600 juta itu akan dialokasikan untuk memperbaiki jalan rusak sepanjang lima kilometer yang terbentang antara Desa Nglongsor hingga Desa Gondang, Kecamatan Tugu. Namun saat dilakukan pengumuman tender proyek di dinas pekerjaan umum, binamarga, dan pengairan, item proyek perbaikan jalan di Desa Gondang-Desa Nglongsor tiba-tiba dihilangkan dari daftar perencanaan. Sebagai gantinya, pihak dinas PU, binamarga, dan pengairan justru memasukkan paket proyek perbaikan jalan mulai dari Desa Tumpuk hingga Desa Kerjo, Kecamatan Karangan. "Pengalihan (program/proyek) ini menunjukkan arogansi pemerintah. Mereka seolah tidak memandang kami sebagai bagian dari warganya yang juga memiliki hak sama untuk mendapat layanan terbaik. Ingat, kami juga taat membayar pajak, sama seperti mereka. Jadi, jangan diskriminatif dalam mengambil kebijakan," kecam Budiman dengan nada tinggi. Ia menyebut, kerusakan pada ruas jalan penghubung antarkecamatan mulai dari desanya hingga Desa Gondang, Kecamatan Tugu tergolong parah. Selain banyak ruas badan jalan yang berlubang, nyaris separuh kulit aspal mengelupas akibat dilintasi berbagai kendaraan berat. Aksi protes atau pemblokadean jalan antardesa dan antarkecamatan dengan cara menanami pisang itu sendiri dilakukan oleh ratusan warga di dua desa tersebut (Desa Gondang dan Desa Nglongsor) karena jalan raya di wilayahnya rusak parah. Aksi mereka dilakukan bersama-sama dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Tak kurang dari 500 pohon pisang berukuran cukup besar mereka tanam di tengah ruas jalan raya desa setempat hingga radius lima kilometer lebih. Warga mengancam akan terus menanami pohon pisang dalam jumlah lebih banyak lagi jikalau pemerintah daerah tidak segera memperbaiki jalan sepanjang lebih dari lima kilometer tersebut. "Ini bukan sekadar ancaman. Kalau tida segera diperbaiki, kami akan terus protes bahkan kalau perlu jumlah tanaman pisang yang kami tanam di tengah jalan kami tambah," ancam Sudiro, warga Desa Nglongsor lain menimpali. Menanggapi maraknya aksi demo yang dilakukan warga terkait kondisi jalan yang rusak, Kepala Dinas PU, Binamarga, dan Pengairan Kabupaten Trenggalek, M Sholeh, mengatakan, perbaikan jalan rusak akan dilakukan bertahap. "Kami tidak mungkin memperbaiki semua ruas jalan yang rusak karena volumenya sangat besar. Semua pada akhirnya akan diperbaiki, itu pasti, tapi bertahap dan berdasar skala prioritas," jawabnya, tanpa menjelaskan alasan pengalihan proyek.


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026