Bojonegoro - Stok beras di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), yang diperhitungkan mencapai 49 ribu ton lebih, masih mencukupi untuk konsumsi warga setempat selama dua bulan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten (Disperindag) Kabupaten Bojonegoro, Bambang Suharno, Selasa mengatakan, stok beras 49 ribu ton lebih tersebut, yang berada di Bulog Divre III, sebanyak tiga ribu ton lebih, dari hasil pembelian yang dilakukan pada musim panen 2011 ini. Sedangkan beras yang berada di tingkat pedagang yang melakukan pembelian beras berkisar 4,3 ribu ton lebih dan masyarakat mencapai 41,8 ribu ton lebih. Stok terbesar beras di masyarakat tersebut, berdasarkan hasil survei yang dilakukan, beberapa waktu yang lalu. Stok beras ini, lanjutnya, berdasarkan perhitungan panen mulai Januari hingga Juni 2011 lalu. Selain itu, juga memperhitungkan kegagalan panen padi, akibat serangan hama wereng, pada musim tanam (MT) II yang lalu. Pada MT II lalu, diperkirakan areal tanaman padi yang gagal panen akibat serangan hama wereng mencapai 13.000 hektare lebih. Sebelum itu, serangan hama wereng juga sudah melanda tanaman padi petani yang juga mengakibatkan ribuan hektare tanaman padi puso. "Sebenarnya, dalam kondisi normal, Bojonegoro selalu surplus beras," katanya menjelaskan. Menurut dia, berdasarkan perhitungan jumlah penduduk Bojonegoro, berkisar 1,4 juta jiwa dan stok beras masih berkisar 49 ribu ton lebih, sangat aman. Ini berdasarkan kebutuhan beras setiap orang berkisar 130 kilogram/tahun. Dan lagi, lanjutnya, selama Juni-Juli terdapat tanaman padi seluas 6.361 hektare dan panen pada Oktober mendatang. Hasil panen padi tersebut, diperhitungkan mencapai 31.805 ton gabah kering sawah atau setara beras sekitar 15.902,5 ton. "Meski demikian, kami juga melapor kepada Pemprov Jatim, untuk bisa mendapatkan bantuan," katanya mengungkapkan. Berdasakan pemantauan Disperindag, harga beras tidak berubah dibandingkan sepekan yang lalu. Harga beras Jawa Rp12.000/kg, beras IR 64 Rp7.000/kg dan beras miskin Rp6.200/kg. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Subekti menyatakan, sejauh ini, kondisi tanaman padi para petani yang ditanam di sejumlah desa di Kecamatan Sukosewu, Kapas, Sumberrejo, aman dari serangan hama wereng. "Tapi petani kami minta tetap waspada, menghadapi kemungkinan terjadinya serangan hama wereng kembali," katanya menambahkan.


Editor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026