Surabaya - Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kota Surabaya Mochammad Naim Ridwan mengaku sempat terkena percobaan pemerasan oleh oknum yang mengatasnamakan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung dengan meminta uang Rp75 juta atas persoalan bimbingan teknis (bimtek) anggota dewan.
"Saya sudah telepon Kapolrestabes, ternyata beliau tidak melakukannya," kata Mochammad Naim Ridwan yang akrab dipanggil Gus Naim itu ketika ditemui di ruang FKB DPRD Surabaya, Rabu.
Menurut Gus Naim, pihaknya sempat dihubungi seseorang dengan nomor telepon 085311977773. Pada saat ditelepon, Gus Naim diminta menyiapkan sejumlah uang. Mengenai mekanisme penyerahan uangnya, Gus Naim diminta datang ke sebuah ATM Bank Mandiri.
Namun karena penasaran, Gus Naim tidak memenuhi permintaan oknum yang mengaku sebagai Kapolrestabes Surabaya itu, melainkan dirinya balik meminta nomor rekening si penelepon dengan alasan agar proses serah terima uang yang diminta lebih mudah.
Namun, oknum tersebut tetap bersikukuh agar Gus Naim datang ke ATM Bank Mandiri dengan membawa uang yang diminta.
Ditannya alasan oknum untuk meminta uang kepada, Gus Naim mengatakan saat menelepon dengan mengaku sebagai Kapolrestabes Surabaya, oknum tersebut hanya meminta sejumlah uang tanpa menyebutkan alasannya. "Pokoknya disuruh siapkan uang," ungkapnya.
Informasi yang dihimpun ANTARA di lingkungan DPRD Surabaya, ada juga beberapa anggota dewan yang menerima telepon yang mengatasnamakan Kapolrestabes Surabaya di antaranya Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Mochammad Machmud dan Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya, Rio Pattiselano.
Hanya saja, Rio mengelak jika telah ditelepon seseorang yang meminta sejumlah uang.
Saat dikonfirmasi, Rio mengatakan sampai saat ini pihaknya tidak menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai Kapolrestabes Surabaya. Begitu pula dengan Mochammad Machmud yang juga tidak pernah menerima telepon serupa.
"Saya tidak menerima telepon seperti itu. Pak Machmud kayaknya juga tidak pernah. Kalaupun pernah ditelepon, pak Machmud pasti sudah cerita. Sampai sekarang tidak cerita," ujarnya.
Adapun sejumlah anggota DPRD Surabaya yang telah menjalani pemeriksaan kasus bimtek fiktif di Polrestabes Surabaya di antaranya Wakil Ketua DPRD dari FKB Musyafak Rouf dan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Ahmad Suyanto.
Selain itu, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) Junaedi, Penasehat Fraksi Partai Golkar Edie Budi Prabowo, Ketua Komisi B dari FPD M. Machmud, dan anggota FKB Masduki Toha.
Editor : Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.