Menurut Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Kediri Ahmad Jainudin di Kediri, Selasa, materi yang disampaikan kepada peserta pembinaan yang meliputi 140 tutor Qurma dan 46 koordinator kelurahan meliputi khat, tilawah, dan tarjim.
"Pematerinya sengaja kami hadirkan ahlinya langsung, yakni untuk khat diisi oleh Agus Suharmadji dan Danur, bidang tilawah oleh Ibnu Hajar Anshori, dan bidang tarjim oleh Abdul Wajid Rokhim," kata dia.
Ia mengatakan bahwa kegiatan pembinaan juga ditujukan untuk menyelaraskan kurikulum pengajaran Al Quran dalam Program Qurma.
"Tahun 2023 ini rencananya Qurma akan dimulai kembali pada Februari mendatang. Jadi, sebelum itu kami persiapkan dulu para tutor dan koordinator kelurahannya, sehingga ketika nanti program dimulai kembali (mereka) sudah siap," katanya.
Dengan peningkatan kompetensi para tutor dan koordinator program di tingkat kelurahan, ia mengatakan, Program Qurma diharapkan dapat menghasilkan keluaran terbaik.
"Melalui program ini kami mau menggali bibit-bibit unggul Kota Kediri, utamanya dalam bidang ilmu Al Quran, sehingga ke depannya jika ada lomba-lomba seperti MTQ nasional, Kota Kediri sudah siap dengan perwakilannya," ucap dia.
Ia menjelaskan bahwa Program Qurma dapat diikuti oleh warga Kota Kediri yang berusia enam sampai 13 tahun dan tercatat sebagai peserta pendidikan di taman pendidikan Al Quran di kelurahan masing-masing.
Pendaftaran bisa dilakukan di tempat pelayanan Program Qurma di setiap kelurahan.
"Untuk saat ini satu kelurahan berisi satu spot, namun ke depan tidak menutup kemungkinan jika semakin banyak peminatnya, maka akan kami tambah spot-nya," tutur Ahmad Jainudin.
Sosialisasi Program Qurma bagi pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, lanjut dia, dilakukan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.