Bondowoso (ANTARA) - Abiyyu Balfaqih Junaidi adalah siswa yang berprestasi di sekolahnya dan selalu menjadi perbincangan hangat di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan/Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Anak pertama dari pasangan Maming Junaidi dan Okta Fransisca ini sempat mengalami fase terlambat bicara hingga usia tiga tahun.
"Iya, Abiyyu memang sempat mengalami keterlambatan bicara. Sebagai orang tua, saya berupaya untuk mencari jalan keluar, termasuk periksa ke dokter spesialis anak dan psikiater. Saran dokter, anak saya ini harus diperbanyak interaksi sosial," kata Maming Junaidi.
Guru di salah satu sekolah menengah pertama di Bondowoso ini mengemukakan bahwa pilihan terbaik untuk interaksi sosial adalah dimasukkan ke lembaga pendidikan.
Kebetulan di lingkungan tempat tinggalnya ada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Anak Sholeh, maka dimasukkanlah Abiyyu ke lembaga yang didirikan oleh Evy Yulistiowati Pramono itu.
Dari interaksi sesama teman di PAUD dan bimbingan para guru, perkembangan Abiyyu termasuk cepat, hingga mampu melampaui keadaan terlambat bicara.
Ketika sudah masuk taman kanak-kanak (TK), dia sudah lancar berbicara dan mulai terlihat kecerdasannya dalam menghafal. Dia dengan mudah menghafal surat-surat pendek Al Quran.
Maming bersyukur ketika sudah mulai masuk ke jenjang pendidikan sekolah dasar, yakni di Madrasah Ibtidaiyah (MI) At-Taqwa Bondowoso, Abiyyu juga menunjukkan prestasi dengan meraih nilai-nilai bagus.
"Saya dan semua guru PAUD Anak Sholeh tentu bangga dengan prestasi Mas Abiyyu ini. Semoga ke depan Mas Abiyyu terus mengukir prestasi terbaik untuk mengangkat nama Bondowoso ke panggung nasional," kata Kepala PAUD Anak Sholeh, Evy Yulis.
Menurut cerita Maming, anaknya itu memang memiliki semangat belajar mandiri ketika di rumah. Ketika memegang telepon seluler, ia tidak tertarik menggunakannya bermain gim, melainkan mencari informasi terkait dengan mata pelajaran di sekolah.
"Jadi Abiyyu sudah terbiasa dari kecil menggunakan HP atau laptop untuk mencari materi bacaan terkait mata pelajaran. Semangat belajar mandirinya memang sudah tertanam," katanya.
Prestasi terbaru dari Abiyyu, lolos dalam 5 besar Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 bidang IPS tingkat Provinsi Jawa Timur. Dengan prestasi itu, maka siswa Kelas 5G MI At-Taqwa Bondowoso ini akan beradu untuk tingkat nasional.
"Selain belajar mandiri dan tentunya saya dampingi untuk diskusi di rumah, Abiyyu juga mendapatkan bimbingan khusus dari gurunya di madrasah untuk maju ke tingkat nasional. Mohon doa untuk seluruh masyarakat Bondowoso, Abiyyu bisa mengukir prestasi terbaik di tingkat nasional," kata Maming, seraya menyampaikan terima kasih kepada para guru di MI At-Taqwa Bondowoso yang telah membimbing Abiyyu.
Sementara itu, Kepala MI At-Taqwa Bondowoso H Mohammad Zakariyah, SPdI mengaku bersyukur lembaga pendidikan yang dipimpinnya telah memiliki tradisi ikut serta dalam ajang kompetisi tingkat nasional, baik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag), dinas pendidikan, maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Alhamdulillah, setiap tahun siswa kami selalu masuk tingkat nasional dan selalu mendapat medali. Dalam masa delapan tahun ini, sebelum dan sesudah COVID-19, siswa kami selalu tembus di ajang nasional dan meraih medali," katanya.
Zakariyah menjelaskan bahwa pada OSN di Bengkulu, siswanya meraik medali perak, di Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Manado 2021 meraih perunggu dan meraih perak di OSN nasional. Pada 2025 di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) di Banten juga mendapat medali perak.
"Semua prestasi ini bukan hanya untuk madasarah kami, melainkan diharapkan juga dapat mengangkat nama baik Bondowoso tercinta," katanya.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.