Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono mengingatkan tingkat kematian bayi di Indonesia masih tinggi dan masih sangat tinggi di beberapa daerah sehingga menjadi tantangan semua pihak. "Ini tantangan bagi kita semua. Oleh karena itu program-program pelayanan ibu hamil, jampersal dan sebagainya harus ditingkatkan baik cakupan maupun efektifitasnya," kata Wapres Boediono saat menyampaikan pidato pada puncak Hari Anak Nasional 2011 di Dufan Ancol Jakarta, Sabtu. Hadir dalam acara itu Ibu Herawati Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Menteri Agama Suryadarma Ali serta Menteri Pertanian Suswono. Dikatakan Wapres, masih banyak "pekerjaan rumah" yang masih harus dilakukan untuk mengurangi masih tingginya kematian bayi. Dikatakan, lahir hidup bukan akhir cerita bagi sang bayi karena dia akan menghadapi tantangan untuk dapat melanjutkan hidup di tahun-tahun selanjutnya dengan selamat dan sehat. Disini Wapres ingin mengingatkan semua bahwa angka kematian anak di tanah air masih tinggi, dibandingkan dengan negara-negara di sekitar. Di beberapa daerah angka kematian bayi masih sangat tinggi. Program-program kesehatan balita perlu dan akan terus ditingkatkan oleh pemerintah bersama masyarakat. "Disini juga masih banyak "pekerjaan rumah" yang harus kita lakukan," kata Wapres. Untuk sekedar mengingatkan tentang apa-apa yang mesti dilakukan bersama, wapres mengajak untuk mengikuti garis besar perjalanan hidup dan tantangan yang dihadapi seorang anak, mulai dari tahap hidupnya yang paling dini, yaitu pada saat pembuahan di rahim ibu terjadi, sampai ia menginjak remaja. "Di dalam rahim ibu, di situlah mulai timbul hak anak, dan disitulah kita wajib menghormati hak anak. Di dalam rahim ibu, ia memerlukan gizi yang cukup, suasana kejiwaan sang ibu yang baik," kata Boediono.


Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA 2026