Dengan begitu akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru sehingga ancaman resesi tahun 2023 bisa diminimalisasi

Surabaya (ANTARA) - Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Ahmad Athoillah menyatakan bahwa enam program Gus Muhaimin dan partainya dapat menjadi solusi untuk ancaman resesi pada tahun 2023 mendatang.

"Dari enam program Gus Muhaimin dan PKB, Pemerintah bisa melaksanakan tiga hal utama terlebih dahulu untuk mencegah ancaman resesi tahun 2023. Yang pertama pertanian, yang kedua pendidikan dan yang ketiga UMKM," kata pria yang akrab disapa Gus Athoillah dalam keterangannya, Minggu.

Dari ketiga Faktor tersebut jika dilaksanakan dengan tepat, akan berkesinambungan serta menimbulkan efek positif bagi sektor lainnya.

"Yang pertama sektor pertanian, setiap kami melakukan kunjungan ke para petani pasti yang dikeluhkan adalah masalah subsidi pupuk. Jika masalah alokasi subsidi pupuk masih belum bisa teratasi dengan tepat, maka hasil panen tidak akan maksimal yang mengakibatkan harga bahan pokok akan terus mengalami kenaikan," ujar Anggota Komisi B DPRD Jatim tersebut.

Cara yang tepat yang saat ini harus dilakukan adalah pupuk gratis untuk petani kecil dengan skala lahan maksimal 0,5 HA. Dengan begitu, hasil panen akan meningkat dan harga bahan pokok juga tidak akan memberatkan masyarakat.

Yang kedua tentang pendidikan, mahasiswa aktif Program Doktor Universitas Brawijaya ini pun menanggapi tentang Pemerintah secara resmi menghapus tenaga honorer mulai tahun 2023.

Ia menilai hal tersebut akan memengaruhi nasib para guru honorer yang jumlahnya ditaksir melebihi 700 ribu orang di Indonesia atau setara 24 persen dari total guru di Indonesia yang diperkirakan mencapai hampir 3 juta orang.

"Ini perlu digarisbawahi, mereka merupakan juga bagian tulang punggung pendidikan di Indonesia. Peran mereka juga yang mencerdaskan anak bangsa. Maka nasib mereka perlu diperhatikan secara lebih," katanya

Yang ketiga tentang UMKM, seperti yang kita ketahui bersama pengalaman membuktikan bahwa selama masa-masa sulit sebelumnya, seperti krisis 1998 dan Pandemi COVID-19, UMKM lah yang menjadi penyelamat yang dapat bertahan dan menjadi solusi dalam menghadapi masalah ekonomi.

Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99 persen dari jumlah pelaku usaha di Indonesia.

UMKM tersebut didominasi oleh pelaku usaha mikro yang berjumlah 98,68 persen dengan daya serap tenaga kerja sekitar 89 persen. Sementara itu sumbangan usaha mikro terhadap PDB hanya sekitar 37,8 persen.

Bonus Demografi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, dengan mendukung penuh para startup dan kaum milenial untuk mengembangkan usaha mereka dengan memberikan fasilitas kredit tanpa agunan.

"Dengan begitu akan menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru, sehingga ancaman resesi tahun 2023 bisa diminimalisasi," tutur Gus Athoillah yang juga Mantan ketua PC ISNU Jombang tersebut.

Dari tiga hal tersebut, merupakan cakupan dari enam Program Muhaimin dan PKB. Karena sebagai Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, kami juga harus mendukung penuh inovasi program yang diusulkan ke Pemerintah demi kesejahteraan masyarakat.

Dari enam Program Gus Muhaimin dan PKB tersebut, yakni listrik gratis untuk masyarakat miskin (Pelanggan 450 VA), pupuk gratis untuk petani kecil (dengan lahan 0,5 HA), subsidi BBM untuk pengguna motor dan angkutan umum, kredit modal tanpa agunan untuk generasi milenial, dana pensiun naik untuk TNI, Polri dan veteran, dan yang keenam guru honorer menjadi guru tetap.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Fiqih Arfani
COPYRIGHT © ANTARA 2026