Malang - Pencoretan pemain yang bakal memperkuat Persema pada putaran II Liga Primer Indonesia (LPI) dihentikan menyusul adanya perubahan regulasi bagi pemain asing di ajang tersebut. CEO Persema Didied Poernawan Affandi, Selasa, mengatakan, untuk sementara pencoretan terhadap pemain dihentikan dulu. "Meski pencoretan kami hentikan dulu, perburuan pemain tidak kami hentikan karena sekarang hanya tinggal 18 pemain saja," ujar Didied menambahkan. Sebelum adanya regulasi baru yang membatasi pemain asing di LPI hanya tiga orang, manajemen dan pelatih Persema menargetkan tujuh pemain yang dicoret, baik lokal maupun asing. Manajemen dan pelatih Persema sudah mencoret dua pemain asing, yakni Han Sang Min dan Benoit Lang, namun sebelum kompetisi putaran pertama berakhir Persema sudah mencoret Robby Gaspar, pemain asal Australia. Sedangkan pemain lokal juga tiga, yakni Dedy Iman, Sutaji dan Muhammad Ali. Untuk menggenapi kuota tiga pemain asing, Persema masih menyisakan satu kuota yakni di posisi penyerang (striker). Sementara untuk pemain lokal, manajemen juga sudah mendekati beberapa pemain dari tim-tim Liga Super Indonesia (LSI). Hanya saja, para pemain lokal yang sudah didekati itu masih belum memberikan jawaban karena masih menunggu hasil Kongres PSSI 9 Juli mendatang di Solo. "Semua pemain lokal yang kami dekati akan memberikan jawaban setelah pelaksanaan kongres di Solo, karena semua ingin tahu kepastian dan kelangsungan putaran kedua LPI," tegas Didied. Saat ini Persema hanya menyisakan dua pemain asing yakni Seme Pierre Patrick dan Betrand Ngon Mamauon. Sedangkan ke-16 pemain lokal yang masih dipertahankan di antaranya adalah Kim Jeffry Kurniawan, Irfan Bachdim, Bima Sakti, Suroso, Kasan Soleh, M Kamri, dan Jaya Teguh Angga. Persema masih membutuhkan 6 orang pemain lokal lagi jika pelatih Timo Schuenemann menginginkan komposisi ideal pemain sebanyak 25 orang.


Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026