Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menargetkan penuntasan penyaluran bantuan sosial (bansos) program Kartu Sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dalam waktu tiga hari.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan penyandang kartu keluarga sejahtera (KKS) yang belum menerima BPNT tahun 2021 sebanyak 5.805 penerima.

“Yang belum tersalur, mudah-mudahan tiga hari ini bisa dituntaskan selesai dalam waktu tiga hari,”ujar Risma saat kunjungan kerja di Desa Bantaran Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Mensos Risma mengatakan jika penyaluran bansos BPNT tidak selesai, uangnya akan kembali ke negara. Sehingga, ia turun langsung untuk memastikan bansos bisa diterima langsung oleh penerima manfaat (PM).

Mantan Wali Kota Surabaya itu pun menjanjikan pengawasan ketat untuk penyaluran bansos di Kabupaten Probolinggo dengan menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri, menindaklanjuti laporan adanya dugaan pungutan liar (pungli) bansos.

Dalam kesempatan sama, Risma mendorong warga muda di Kabupaten Probolinggo untuk mengikuti program pemberdayaan Kementerian Sosial.

Kementerian Sosial akan menyiapkan modal untuk para warga mendirikan usaha agar bisa mandiri, dan tidak mengandalkan bansos yang hanya senilai Rp200 ribu per bulan.

Total KKS di Kabupaten Probolinggo yaitu sebanyak 7.770 penerima. Per tanggal 20 Februari 2022, KKS yang sudah tersalur sebanyak 1.835 penerima dan belum tersalur sebanyak 5.925 penerima.

KKS belum tersalur sebanyak 5.925 penerima karena ada 5.805 penerima yang tidak hadir, dan 120 KKS merupakan data ganda, sudah mampu, meninggal tanpa ahli waris, pindah alamat dan tidak ditemukan.

Kemensos terus mendorong percepatan pencarian bansos BPNT secara tunai, bermitra dengan PT Pos Indonesia sebagai instansi penyalur.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor : Didik Kusbiantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026