Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Brawijaya Dr. Shinta Hadiyantina mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dari seluruh sivitas akademika.
Sebagaimana dikutip dalam siaran pers universitas yang diterima di Malang, Jawa Timur, Sabtu, Shinta mengatakan bahwa akreditasi unggul diberikan berdasarkan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Peringkat Akreditasi.
"Ada enam pemenuhan tabel ISK, yaitu dosen tetap perguruan tinggi, dosen tidak tetap, standar dan indikator kinerja, pengukuran kepuasan pemangku kepentingan dan pelacakan kinerja lulusan, akreditasi program studi, serta publikasi ilmiah," katanya.
Selain itu, tim penjaminan mutu juga membuat Laporan Konversi Peringkat Akreditasi Universitas Brawijaya yang mencakup dosen, sistem penjaminan mutu, dan publikasi ilmiah.
Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Nuhfil Hanani bangga universitasnya memperoleh akreditasi unggul.
"Ini prestasi semuanya. Akreditasi unggul itu merupakan prestasi tertinggi dan membuat UB semakin dihargai oleh masyarakat," katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya Prof. Dr. Aulanni’am mengatakan bahwa selain mendapat akreditasi unggul, universitas berusaha meningkatkan posisi dalam pemeringkatan perguruan tinggi di Asia dan dunia.
Pewarta: Endang SukarelawatiEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026