Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Universitas Brawijaya (UB) di Kota Malang, Jawa Timur, menyatakan telah menetapkan skema pembelajaran dengan sistem daring dan luring sebagai bagian mendukung kebijakan penghematan energi dari pemerintah pusat.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB Prof Imam Santoso di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan pembelajaran dengan sistem luring diberlakukan bagi mahasiswa semester satu hingga empat dan mahasiswa semester semester lima ke atas melaksanakan kegiatan belajar dengan model daring.
"Kami sudah berkoordinasi sebagai bentuk respons Surat Edaran (Nomor 2 Tahun 2026) dari Pak Mendiktisaintek. Mahasiswa semester lima ke atas didorong melakukan (pembelajaran) daring, sedangkan yang semester satu sampai empat luring," kata Prof Imam.
Penetapan model perkuliahan hybrid tersebut merupakan sebuah konsep yang telah diputuskan ketika rapat koordinasi bersama para wakil dekan hingga bidang sumber daya manusia, kemudian dituangkan melalui Surat Edaran Rektor Universitas Brawijaya.
Keputusan dari pihak internal kampus juga menyesuaikan dan menakar kebutuhan para mahasiswa.
Ia menjelaskan, mahasiswa semester satu hingga empat merupakan kalangan yang membutuhkan pemahaman untuk membentuk fondasi keilmuan, sehingga membutuhkan bimbingan aktif dari dosen secara langsung.
Oleh karena itu, mahasiswa yang berada di semester satu sampai empat juga dipandang membutuhkan pembelajaran tatap muka untuk menumbuhkan kompetensi.
Sedangkan, mahasiswa semester lima ke atas pembelajaran difokuskan untuk mengembangkan keahlian sesuai kurikulum dan pemahaman terhadap keilmuan yang telah diperoleh.
Jajaran rektorat kampus tetap memberikan keleluasaan terhadap tata kelola pelaksanaan dan pengaturan kebijakan daring kepada masing-masing fakultas, khususnya untuk mengantisipasi risiko terjadinya learning loss.
Oleh karena itu, pihak Universitas Brawijaya menegaskan bahwa kegiatan akademik, seperti praktikum di laboratorium maupun studio yang memang harus berjalan luring akan tetap dilaksanakan dengan model tatap muka.
Kemudian untuk kegiatan magang, seluruh proses mekanismenya tetap mengikuti aturan yang berlaku di masing-masing perusahaan.
"Seminar proposal, konsultasi akademik, dan rapat akademik kalau bisa dilakukan itu akan memberikan dampak signifikan (penghematan energi)," ucap dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026