Direktur Utama PGN Solution Erwin Simanjuntak dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya, Kamis, mengatakan tera ulang sangat penting bagi PGN Solution karena ini adalah salah satu aktivitas yang mengukur dari besaran masuknya gas yang diterima dan dijual kepada pelanggan.
"Oleh karena itu, PGN Solution memastikan apakah meter ini sudah layak dan tersertifikasi. Kami berharap kerja sama ini semakin bisa ditingkatkan. Semakin besar volume yang bisa kita tera, semakin cepat kita mendukung program PGN baik itu jargas maupun industri, serta kerja sama PGN Solution dengan Direktorat Metrologi juga semakin erat," katanya.
Ia menjelaskan tera adalah tanda uji pada alat ukur, dan tera ulang adalah pengujian kembali secara berkala terhadap UTTP dan ukuran yang dipakai dalam perdagangan, sehingga dapat memastikan akurasi setiap alat ukur, alat takar dan alat timbang.
Ia mengatakan tera ulang juga dilakukan untuk proses kalibrasi, yaitu serangkaian kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional dari nilai yang ditunjukkan alat ukur dan bahan ukur, dengan cara membandingkan dengan standar ukur nasional mapun internasional.
"PGN Solution terus berkomitmen dalam kegiatan tera/tera ulang karena merupakan salah satu cara untuk memastikan bahwa konsumen mendapatkan barang sesuai dengan nilai tukar dan kondisi yang seharusnya," katanya.
Hal ini dilakukan juga untuk menjamin bahwa timbangan atau takaran yang digunakan oleh sudah tepat dan benar. Dengan demikian, konsumen dapat memperoleh barang sesuai dengan ukuran yang seharusnya dan nilai tukar yang dibayarkan.
Kasubdit USU Direktorat Metrologi, Deni Tresna mengatakan kerja sama ini suatu langkah baik, mengingat fasilitas tera dan tera ulang milik PGN Solution ini akan dimanfaatkan oleh pemerintah.
Ke depannya, kata dia, kerja sama ini akan bermanfaat bagi kedua belah pihak, dimana bagi Direktorat Metrologi dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik dengan menggunakan fasilitas-fasilitas PGN Solution sehingga konsumen PGN Solution dapat meter gas yang sudah ditera maupun ditera ulang secara cepat.
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.