Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dikabarkan mendapatkan tawaran menjadi Menteri Sosial menggantikan Juliari Peter Batubara yang tersangkut kasus korupsi bantuan sosial COVID-19.

"Saya dapat kabar, jika nantinya Ibu Risma ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surabaya Yusuf Lakaseng di acara tasyakuran kemenangan pasangan Eri Cahyadi-Armuji di Surabaya, Minggu.

Yusuf semakin yakin jika kinerja Wali Kota Risma cukup bagus. Terlebih lagi, Risma sudah mengubah wajah Surabaya, bahkan sudah dunia. 

"Di Surabaya, wali kota bisa langsung meloncat ke menteri, tanpa harus menjadi Gubernur Jawa Timur terlebih dahulu. Ini menunjukkan kalau Surabaya itu kota mendunia," katanya. 

Sementara itu, Cawali Surabaya Eri Cahyadi yang menyempatkan hadir dalam tasyakuran itu mengatakan dirinya salut dengan kinerja partai milenial ini. 

"Saya yakin, Surabaya membutuhkan pemikiran-pemikiran segar seperti PSI yang mayoritas para pemuda. Saya dan Cak Armuji juga berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada PSI, karena partai ini datang ke tempat saya dan memberikan surat dukungannya tanpa embel-embel apapun," kata Eri. 

Tak hanya itu, Eri Cahyadi yang saat ini yakin menang akan menerima PSI sebagai tamunya teristimewa di rumah dinas. 

"Saya tetap bertempat tinggal di rumah saya sendiri. Kecuali kalau menerima tamu, pakai rumah dinas yang berhadapan dengan rumah dinas Cak Armuji nantinya," katanya.

Sejauh ini suara yang sudah terkumpul di KPU Surabaya sebanyak 83,33 persen. Pasangan Eri-Armuji unggul sementara dengan perolehan suara 57,2 persen dan Machfud Arifin-Mujiaman 42,8 persen. 

Sementara itu, anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PSI Josiah Michel mengatakan pihaknya siap mendukung penuh dan terdepan calon wali kota dan calon wakil wali kota Surabaya terpilih.

"Karena ini adalah awal dari langkah kita untuk bekerja bagi masyarakat Surabaya," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026