"Kami bersyukur data pasien sembuh terus muncul dan mudah-mudahan data pasien sembuh terus bertambah," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gresik drg Saifudin Ghozali di Gresik, Senin.
Hal ini berbeda dengan sepekan sebelumnya, data pasien sembuh jarang muncul, bahkan pernah dalam dua hari tidak ada tambahan pasien yang sembuh.
Saifudin yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik itu mengatakan untuk tambahan terkini pasien sembuh tercatat empat pasien masing-masing dari Desa Putat Lor, Desa Domas serta Desa Kepatihan Kecamatan Menganti, dan Desa Belahan Rejo Kecamatan Kedamean.
Sementara sehari sebelumnya, tercatat lima pasien sembuh di antaranya dari Kecamatan Benjeng tiga pasien, Kecamatan Kebomas dan Kecamatan Menganti masing-masing satu pasien.
Meski demikian, Saifudin mengakui untuk hari ini pasien positif masih bertambah lima orang masing-masing dari DesaTanjungan Kecamatan Driyorejo, Desa Laban dan Desa Domas Kecamatan Menganti, Desa Betiting Kecamatan Cerme, serta positif meninggal dunia dari Desa Lumpur Kecamatan Gresik.
Kepala Bagian Humas Pemkab Gresik AM Reza Pahlevi bersyukur dengan terus bertambahnya pasien sembuh dan total kini menjadi 37 pasien, sedangkan positif tercatat 219 orang, dalam perawatan 161 orang, serta meninggal dunia 21 pasien.
Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) di Gresik kini total mencapai 304 orang, dalam pengawasan 140 orang, selesai pengawasan 156 orang dan meninggal dunia delapan orang.
Selanjutnya Orang Dalam Risiko (ODR) mencapai 1.135 orang, ODR lepas pengawasan 1.111 orang dan orang tanpa gejala (OTG) tercatat 278 orang.
Reza mengatakan hingga kini pandemi COVID-19 telah menyebar di 15 kecamatan dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik, dan saat ini hanya tinggal 3 kecamatan yang masih zona hijau, yakni Tambak Pulau Bawean, Dukun, dan Panceng.*
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.