Kami sudah mengupayakan untuk memisah antara pasien terduga COVID-19 dan pengunjung lainSurabaya (ANTARA) - Kepala Humas Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya Dr Nilly SpF menanggapi beredarnya tangkapan layar percakapan di media sosial terkait pasien selain COVID-19 yang dilarang datang ke rumah sakit tersebut.
Nilly dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu mengakui saat ini semakin banyak pasien terduga COVID-19 yang datang atau dikirim ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUA.
"Kami sudah mengupayakan untuk memisah antara pasien terduga COVID-19 dan pengunjung lain mulai dari pelayanan IGD, poli rawat jalan, HCU dan ICU serta penambahan ruang perawatan COVID-19," katanya.
Bagi pengunjung non-COVID-19, lanjutnya, akan dilayani di sisi barat (RSUA) dan pasien terduga COVID-19 berada di sisi timur atau di RS Khusus Infeksi.
"Untuk itu kami berharap, masyarakat agar lebih bijak untuk menunda pergi ke rumah sakit bila tidak dalam kondisi darurat dan mematuhi anjuran pemerintah dengan mengikuti aturan PSBB serta protokol kesehatan lainnya," ujarnya.
Nilly juga menekankan agar masyarakat mematuhi jaga jarak fisik, menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan sering cuci tangan, memakai masker dengan benar, istirahat cukup dan makan makanan bergizi.
Sementara itu Direktur RSUA, Prof dr Nasronudin mengungkapkan fasilitas yang dimiliki oleh RSUA sudah dimanfaatkan untuk merawat 42 orang di ruang ICU. Sedangkan 15 pasien lainnya tengah antre untuk menempati ICU yang kosong.
Prof Nasron menjelaskan fasilitas di RSUA yang didukung secara penuh oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur baik dari pendanaan maupun tenaga medis, bisa menyelesaikan kasus COVID-19, dan bisa menuntaskan target nol kasus kematian akibat virus asal Kota Wuhan, China itu.
"Kami ini rumah sakit rujukan tersier. Yang positif pasti dirujuk ke sini. Ada 42 orang yang sudah masuk, tapi ada 15 lagi yang masih antre," katanya.
Meski begitu, Nasron berharap ke depannya RSUA bisa menampung lebih banyak pasien sehingga semua pasien positif COVID-19 bisa mendapatkan perawatan yang terbaik.
"Ya makanya ini kami lengkapi terus fasilitasnya," tuturnya. (*)
Pewarta: Willy IrawanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.