"Crawl" teror aligatior di tengah badai

id crawl, teror aligator, film crawl

Salah satu adegan di film Crawl (Istimewa)

Film itu menghabiskan biaya produksi sekitar 17 juta dolar AS atau sekitar Rp 239,7 miliar
Jakarta (ANTARA) - Teror hewan predator terhadap manusia masih menjadi materi yang menarik untuk diangkat ke layar lebar. Bulan ini, Paramount Pictures merilis "Crawl", film yang memadukan dua konflik, bertahan di tengah bencana dan selamat dari serangan aligator si pembunuh berdarah dingin.

"Crawl" yang mengawinkan genre horor dan bencana, punya plot yang bisa dibilang sederhana yakni ayah dan anak yang berusaha menyelamatkan diri dari badai mematikan dan serangan aligator.

Karakter utama dalam film yang disutradarai Alexandre Aja itu adalah Haley yang diperankan Kaya Scodelario dan ayahnya Dave yang dimainkan Barry Pepper. Haley adalah gadis yang berambisi untuk menjuarai olahraga renang agar tetap mendapat beasiswa d i perguruan tinggi, sedangkan Dave adalah ayah sekaligus pelatih renang Haley saat masih kecil.

Suatu hari, setelah berlatih renang, Harley mendapat panggilan dari sang kakak yang mengkhawatirkan Dave karena tidak mengangkat telpon darinya, sementara saat itu badai topan akan menerjang Florida.

Mengabaikan perintah evakuasi, Haley bersama Sugar, anjing milik Dave mencari Dave di bungalo tempat ia tinggal, namun tidak menemukan apa-apa. Ia lalu menuju ke rumah lama mereka dan menemukan Dave tergeletak di basemen dalam keadaan pingsan dan terluka.

Saat Haley berusaha menolong ayahnya, seekor aligator menyerang mereka. Diketahui, Dave terluka akibat serangan aligator yang masuk dari saluran pembuangan di rumahnya.

Sementara itu badai terus bertambah parah dan dikabarkan pula bahwa tanggul tidak akan kuat menampung debit air. Haley dan Dave pun masih terjebak dalam basemen yang akan segera terendam banjir bersama aligator yang siap memangsa mereka.

Berhasilkan Harley dan Dave menyelamatkan diri dari banjir dan teror aligator? 

Meski jalan ceritanya tergolong sederhana, tapi adegan menegangkan yang diramu Alexandre Aja di film berdurasi 87 menit itu bisa membuat penonton terkaget-kaget.

Film itu menghabiskan biaya produksi sekitar 17 juta dolar AS atau sekitar Rp 239,7 miliar. Jangan berharap mendapat tontonan dengan efek visual yang ciamik, tapi cukup mesti tidak sempurna.

Salah satu hal yang menonjol dalam "Crawl" adalah pemilihan dua pemeran utamanya.  Kaya Scodelario sudah terkenal lewat film-film seperti "Skins", "Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales", "Extremely Wicked", dan "Shockingly Evil and Vile". 

Sementara itu, Barry Pepper, dikenal lewat "Saving Private Ryan" dan "True Grit".

Dalam pembuatan "Crawl" Alexander Aja bekerja sama dengan Michael Rasmussen dan Shawn Rasmussen sebagai penulis skenario. Sebelumnya mereka menulis untuk film "The Ward" (2010).

Crawl diproduseri oleh sang ikon film horor, Sam Raimi, pria di belakang film waralaba "Evil Dead". Selain Sam Raimi film itu juga diproduseri oleh Craig Flores, yang dikenal karena karyanya saat memproduksi film "300".

Alexandre Aja memang terkenal dengan film-film bergenre horor. Ia mulai populer setelah film garapannya tahun 2003, "Haute Tension" --dikenal sebagai "High Tension" di Amerika Serikat dan "Switchblade Romance" di Britania Raya.

Pria kelahiran Prancis itu juga menggarap film bertema horor lainnya yaitu "Hills Have Eyes" (2008), "Piranha 3D" (2010), dan "Horns" (2013).(*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar