Direct Line Insurance Group, perusahaan asuransi umum pribadi dan usaha kecil yang berpusat di Inggris, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya jatuh 7,56 persen.
Diikuti oleh saham Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak multinasional dan teknologi informasi, yang merosot 5,95 persen, serta Lloyds Banking Group, sebuah lembaga keuangan terkemuka Inggris, turun 3,48 persen.
Sementara itu, Schroders, sebuah perusahaan manajemen aset multinasional Inggris, meningkat 2,87 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan rental peralatan industri Inggris Ashtead Group serta NMC Health, jaringan layanan kesehatan dan distribusi di Uni Emirat Arab, yang masing-masing naik 2,03 persen dan 1,99 persen. (*)
Pewarta: Apep SuhendarEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.