Kedua piagam itu terdiri dari piagam tentang keberhasilannya mendirikan Mall Pelayanan Publik yang sangat cepat, yakni sebelum mencapai 100 hari kerja kepemimpinan dirinya dan memberikan identitas mobil dinas di semua mobil dinas milik Pemkab Pamekasan.
"Pamekasan tercatat sebagai kabupaten paling cepat dalam mendirikan Mall Pelayanan Publik, sedangkan identitas batik tulis di mobil dinas Pemkab Pamekasan merupaka yang pertama oleh Pemkab Pamekasan," kata Senior Manajer MURI Arman Raharjo.
Piagam Mall Pelayanan Publik tercepat itu tercatat pada piagam nomor 8859, sedangkan piagam identitas batik tulis di mobil dinas Pemkab Pamekasan tercatat pada nomor piagam 8860.
Saat menerima penghargaan itu, bupati didampingi oleh Wakil Bupati Raja'e dan disaksikan oleh Kepala Baperwil IV Pamekasan Alwi Baek, pada kepala dinas, dan badan, serta camat di 13 kecamatan, berikut Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pemkab Pamekasan.
Bupati Baddrut Tamam menyatakan, pengakuan MURI pada dua program prestisius di 100 hari kepemimpinan dirinya itu, berkat komitmen semua pihak dalam menyatukan tekat dan semangat untuk meningkatkan pelayanan publik di Kabupaten Pamekasan.
Bupati menjelaskan, Mall Pelayanan Publik itu tidak dianggarkan dalam APBD 2018, akan tetapi berkat kekompakan dan semangat gotong royong, maka pada akhirnya tetap bisa didirikan.
"Kalau masih ada kekurangan itu wajar. Tapi peningkatan kearah yang lebih baik terus kita dorong. Karena ini semua bukan untuk saya secara pribadi, akan tetapi untuk semua masyarakat Pamekasan," katanya, menjelaskan.
Penyerahan piagam MURI kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam ini pada malam "Sokkoran 100 Hati Bupati dan Wakil Bupati" di area Monumen Arek Lancor, Pamekasan.
Tari Sekar Jagat, oleh Sanggar Malate Pote, mengawali acara tasyakuran 100 hari kepemimpinan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakilnya Raja'e di Area Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam.
Selanjutnya, acara dirangkai dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) KH Makmun Tamim.
"Samoghe bhajjre, rajjha, tor parjughe, dadiyah okarah se daddih nyataan e Kabupaten Pamekasan," ucap Kiai Makmun dalam doanya.
Artinya, semoga, keberuntungan, kemakmuran dan kejayaan sebagaimana sering menjadi pernyataan selama ini akan menjadi kenyataan.
Acara berikutnya adalah pemutaran vedio hasil kinerja Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Wakil Bupati Pamekasan Raja'e selama 100 hari kepemimpinan dirinya sejak dia dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.
Beragam kegiatan ditampilkan dalam acara itu, baik kegiatan yang bersifat serimonial, maupun kegiatan yang menjadi kebijakan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan.
Antara lain, tentang branding batik tulis di mobil dinas milik Pemkab Pamekasan, pendirian Mall Pelayanan Publik, UMKM Go Online, serta sejumlah penghargaan yang diraih Pamekasan selama 100 hari kepemimpinan bupati dan wakil bupati.
Dalam kesempatan itu juga diluncurkan pesona wisata Pamekasan yang ditandai dengan pemukulan gendang oleh Buoati Baddrut Tamam.
Musik Jazz dari Bali dan Musik Jazz Taman Bungkul Surabaya juga memeriahkan acara "Sokkoran 100 Hari Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati".
Acara selanjutnya ditutup dengan foto bersama dan teriakan yel-yel "Pamekasan Hebat" yang menjadi slogan kabupaten berpenduduk sekitar 800 ribu orang lebih ini. ***3***
Pewarta: Abd AzizEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.