Singkirkan Jakarta Pertamina, Samator Tantang Bank SumselBabel di Laga Penentuan

id surabaya samator,proliga 2019,jakarta pertamina energi,final four proliga

Singkirkan Jakarta Pertamina, Samator Tantang Bank SumselBabel di Laga Penentuan

Pebola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator, Rendy Febriant (kanan) melakukan smes yang berusaha ditahan pebola voli Jakarta Pertamina Energi, Aleksandar Minic (tengah) dan Hernanda Zulfi (kiri) dalam pertandingan Final Four Proliga 2019 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2019). Surabaya Samator mengalahkan Jakarta Pertamina Energi dengan skor 3-0 (25-23, 25-22, 25-17). (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)

Malang (Antaranews Jatim) - Juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator menyingkirkan Jakarta Pertamina Energi dalam perburuan tiket grand final Proliga 2019 dengan kemenangan telak 3-0 (25-23, 25-22, 25-17) pada babak empat besar di GOR Ken Arok Malang, Sabtu malam.

Kemenangan ini memperbesar peluang Samator untuk menuju partai puncak kompetisi bola voli elite di Tanah Air musim ini. Randy Tamamilang dan kawan-kawan akan menjalani laga penentuan terakhir melawan Palembang Bank SumselBabel, Minggu (17/2).

Dengan satu laga tersisa, Samator kini mengoleksi nilai 6, sementara Bank SumselBabel dengan nilai 7. Satu tiket final sudah digenggam Jakarta BNI 46 yang belum terkalahkan sepanjang babak empat besar.

"Kami sangat bersyukur bisa menang malam ini. Anak-anak bermain bagus, servis tidak banyak salah, 'receive' (penerimaan bola pertama) dan blok juga jalan, sehingga permainan bisa berjalan sesuai rencana," kata pelatih Surabaya Bhayangkara Samator Ibarsjah Djanu Tjahjono usai pertandingan.

Laga Samator melawan Jakarta Pertamina Energi yang disaksikan sekitar 5.000 penonton berlangsung sengit dan sedikit "panas". Kedua tim terlibat adu smes.

Samator mengandalkan Rivan Nurmulki, Randy, Toiran, Yuda Mardiansyah, dan Machfud Nurcahyadi. Sedangkan Jakarta bertumpu pada Aleksandar Minic, Antho Bertiyawan, Agung Seganti, dan Bayramov.

Kejar-mengejar angka terjadi pada set pertama. Pemain dan ofisial Jakarta Pertamina melayangkan protes saat smes keras Minic yang menyentuh tipis tangan pemain Samator, tidak terlihat wasit.

Bola smes Minic keluar di pinggir lapangan Samator, tapi wasit Raditya menyatakan bola keluar dan angka untuk Samator. Laga terhenti beberapa menit, tapi kemudian dilanjutkan dengan posisi servis untuk Samator yang memimpin 19-17.

Tidak berselang lama, kembali pemain dan ofisial Jakarta Pertamina protes, setelah bola smes keluar mengenai kaki pemain Samator, tapi tidak disahkan sebagai poin. Samator akhirnya memenangi set pertama 25-23.

Penampilan trengginas Samator berlanjut di set kedua. Toiran, Rivan, Randy, dan Machfud bergantian melancarkan smes, juga membuat tembok pertahanan rapat melalui blok. Beberapa kali serangan Minic bisa dipatahkan, kemudian menyerang balik untuk menghasilkan poin.

Setelah memungkasi set kedua dengan 25-22, permainan Samator semakin bertenaga pada set ketiga. Mereka meninggalkan Jakarta Pertamina dalam perolehan poin dan menyudahi permainan dengan skor 25-17 melalui empat kali servis loncat secara beruntun dari Rivan Nurmulki yang tidak bisa dikembalikan dengan sempurna.

"Pertandingan penentuan melawan Bank SumselBabel, saya berharap anak-anak bisa bermain lebih bagus lagi," ujar Ibarsjah.

Sementara itu, pelatih Jakarta Pertamina Energi Putut Marhaento menyebut kepemimpinan wasit yang kurang tegas telah merusak permainan timnya pada laga yang sangat menentukan ini.

"Bukan berarti saya mencari alasan kalah karena faktor wasit. Tapi, memang wasit-wasit kita ini perlu sering berlatih, sehingga refleknya bisa cepat ketika harus mengambil keputusan," ujarnya.

Namun demikian, Putut Marhaento mengakui bahwa Samator bermain bagus dan jarang melakukan kesalahan. "Sebenarnya permainan cukup ketat, tapi karena kepemimpinan wasit itu yang membuat tim kami sedikit kehilangan fokus," tambah Putut.

Pada laga terakhir yang tidak menentukan lagi, Minggu (17/2), Jakarta Pertamina Energi akan menghadapi Jakarta BNI 46. (*)
Pewarta :
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar