Nilai tukar (kurs) rupiah melemah tiga poin menjadi Rp14.602 per dolar AS pada transaksi antarbank di Jakarta, Rabu pagi, mengikuti pelemahan mata uang Asia.
Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Rabu, mengatakan mata uang kuat Asia seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura yang bergerak melemah terhadap dolar AS menjadi sentimen negatif bagi pergerakan rupiah.
"Rupiah diproyeksikan akan bergerak menuju kisaran antara Rp14.590-Rp14.610 per dolar AS dengan tetap dalam penjagaan Bank Indonesia," katanya.
Saat ini, ia menambahkan, pelaku pasar uang di dalam negeri sedang mencermati paket kebijakan ekonomi jilid XVI dan revisi daftar negatif investasi (DNI).
"Efektivitas paket kebijakan itu mendapat tantangan ketika peringkat Kemudahan Berusaha (Ease of Doing Business ¿EODB) dari survey Bank Dunia untuk tahun 2019 mencatat penurunan peringkat dari 72 menjadi 73," katanya.
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada menambahkan pelemahan rupiah relatif terbatas seiring penilaian pelaku pasar terhadap ekonomi Amerika Serikat kemungkinan belum akan bertumbuh signifikan.
"Situasi itu tentunya membuat inflasi di AS juga tidak akan melonjak, yang pada akhirnya The Fed mengurangi agresifitasnya terhadap kenaikan suku bunganya," katanya.
IHSG
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu dibuka melemah akibat aksi ambil untung investor.
IHSG BEI dibuka melemah 63,09 poin atau 1,05 persen menjadi 5.942,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 15,73 poin atau 1,65 persen menjadi 940,59.
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Rabu mengatakan IHSG melanjutkan pelemahannya seiring aksi ambil untung pelaku pasar saham, terutama asing.
"IHSG setelah menyentuh level tertingginya di 6.030 poin pada pekan lalu dimanfaatkan investor untuk ambil untung," katanya.
Kendati demikian, menurut dia, pelemahan IHSG relatif terbatas, hal itu dikarenakan masih kuatnya harapan positif pasar terhadap upaya pemerintah dalam memperbaiki defisit neraca berjalan (CAD).
"Harapan itu menjaga kepercayaan investor terhadap instrumen investasi di dalam negeri," katanya.
Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah menambahkan pergerakan negatif bursa saham eksternal turut mrnjadi faktor penahan bagi pergerakan IHSG.
"Koreksi tajam saham-saham di bursa Amerika Serikat berdampak ke bursa Asia, itu kian menyulitkan bagi IHSG untuk bisa bergerak ke area positif," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 136,83 poin (0,63 persen) ke 21.446,48, indeks Hang Seng melemah 155,40 poin (0,60 persen) ke 25.684,94, dan indeks Strait Times melemah 18,53 poin (0,60 persen) ke posisi 3.065,07. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.