Bupati Kenalkan Wisata Unggulan Lumajang kepada Jelajah Sepeda Nusantara

id Jelajah sepeda nusantara, bupati lumajang, wisata lumajang

Bupati Kenalkan Wisata Unggulan Lumajang kepada Jelajah Sepeda Nusantara

Bupati Lumajang berfoto bersama dengan atlet tim Jelajah Sepeda Nusantara di Lumajang pada Kamis (8/11) petang (Foto Humas Pemkab Lumajang)

Pada puncak B29  itu, pemandangan yang bisa dilihat keindahan Gunung Semeru dan Gunung Bromo
 Lumajang (Antaranews Jatim) - Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengenalkan objek wisata Kabupaten Lumajang dalam rangka menyambut kedatangan peserta Jelajah Sepeda Nusantara (JSN) di pendapa kabupaten setempat.
   

 Ia mengenalkan beberapa tempat wisata unggulan yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang diantaranya wisata B29 dan wisata air terjun Tumpak Sewu.
     
"Wisata B29 yang lebih dikenal dengan sebutan Negeri di atas awan yang merupakan lereng gunung dengan ketinggian 2900 meter diatas permukaan laut," kata Thoriq dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Lumajang, Jumat.
     
Di lokasi kawasan puncak B29 itu dibagi menjadi dua kawasan yaitu kawasan perkebunan Argosari yang membentuk barisan pegunungan Gunung Semeru serta puncak dan kalderanya yang sangat terkenal yaitu lautan pasir Gunung Bromo. 
     
"Pada puncak B29  itu, pemandangan yang bisa dilihat keindahan Gunung Semeru dan Gunung Bromo," katanya.
     
Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq iti mengatakan Air Terjun Tumpak Sewu memiliki formasi unik karena aliran airnya melebar seperti tirai, sehingga termasuk dalam tipe air terjun Tiered.                                   
Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu, kata Cak Thoriq, ada di dalam sebuah lembah curam memanjang dengan elevasi 500 meter di atas permukaan air laut.      
     
"Kita bisa melihat dari puncak, pemandangan air terjun yang berjajar itu, sangat luar biasa keindahannya," katanya.
     
Sementara itu, Ketua tim Penjelajah Sepeda Nusantara yang juga Staf Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga rekreasi, Deputi Bidang Pemberdayaan Olahraga Kemenpora RI, Agus Santoso mengatakan, bahwa timnya start sudah sejak 30 Juli 2018, dimulai dari pos lintas batas Negara yang ada di Entikong, Kalimantan Barat.             

"Kami menjelajah seluruh Kalimantan, mulai Kalimantan Barat sampai Kalimantan Utara, kemudian menjelajah Sulawesi, baru kemudian kami menyebrang ke Bali dan tiba di Banyuwangi pada Rabu (7/11).
   
 Ia mengatakan sepeda Nusantara itu mempunyai misi mengkampanyekan hari olahraga serta mengajak masyarakat di sekitar jalan yang dilalui agar lebih giat untuk berolah raga.
     
"Dengan berolahraga sepeda, bisa melihat pemandangan alam dan bisa menikmati kuliner," katanya.
     
Sedangkan peserta JSN terdiri dari 15 atlet dan yang didukung dengan 15 kru official. Masing-masing dari 15 atlet itu berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia, diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, Kalimantan, Bali, Jawa Timur serta Lampung.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar