Indeks Pasar Saham Eropa Variatif

id indeks pasar saham eropa, indeks saham, pasar saham, eropa

Indeks Pasar Saham Eropa Variatif

Indeks acuan pasar saham Spanyol, IBEX-35. (Reuters)

London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris ditutup lebih tinggi pada perdagangan Kamis (8/11), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London naik 0,33 persen atau 23,40 poin, menjadi 7.140,68 poin.

Coca-Cola HBC Ag-Di, produsen botol untuk Coca-Cola, melonjak 5,13 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham Astrazeneca dan Marks & Spencer Group, yang masing-masing meningkat 4,03 persen dan 3,79 persen.

Sementara itu, BP, perusahaan minyak dan gas multinasional Inggris, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 2,81 persen.

Disusul oleh saham Paddy Power Betfair, perusahaan taruhan dan game olahraga Inggris, yang merosot 2,27 persen, serta Sage Group, produsen perangkat lunak perusahaan multinasional Inggris, jatuh 2,03 persen. 

Di Jerman,  saham-saham Jerman berakhir melemah pada perdagangan Kamis (8/11), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 51,78 poin atau 0,45 persen, menjadi 11.527,32 poin.

Raksasa industri Thyssenkrupp menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 5,48 persen.

Disusul oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE dan spesialis ban Continental, yang masing-masing kehilangan 3,16 persen dan 3,11 persen.

Di sisi lain, perusahaan kimia dan barang konsumen Henkel menguat 0,76 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) di antara saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan asuransi dan jasa keuangan Jerman Allianz dan pembuat peralatan dan pakaian olahraga Adidas, yang keduanya naik 0,75 persen.

Perusahaan manufaktur dan  elektronik Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari, dengan omset mencapai 255,38 juta euro (291,74 juta dolar AS).

Di Prancis,  saham-saham Prancis ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (8/11), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,13 persen atau 6,49 poin, menjadi 5.131.45 poin.

Kelompok industri Prancis, Legrand, menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya anjlok 4,17 persen.

Diikuti oleh saham pemasok otomotif Prancis Valeo yang kehilangan 2,99 persen, serta konglomerat barang-barang mewah multinasional Prancis LVMH turun 1,90 persen.

Sementara itu, perusahaan jasa makanan dan manajemen fasilitas Prancis Sodexo melonjak 5,58 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham raksasa perbankan Prancis Societe Generale yang naik 2,14 persen dan grup ritel Prancis Carrefour bertambah 1,77 persen.

Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis (8/11), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid menguat 0,10 persen atau 9,10 poin, menjadi 9.177,00 poin.

Sebanyak 20 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat mengalami kenaikan harga.

Perusahaan konsultan dan teknologi Indra A melonjak 5,44 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Disusul oleh saham perusahaan farmasi Grifols dan perusahaan real estat Merlin, yang masing-masing naik 1,41 persen dan 1,35 persen.

Di sisi lain, jaringan hotel Melia Hotels menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya terperosok 7,67 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan media Mediaset yang jatuh 7,35 persen dan jaringan supermarket DIA turun 4,61 persen. (*)

 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar