Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

id ribuan liter Miras,arak jowo,miuam keras,polres ngawi

Polres Ngawi Amankan Ribuan Liter Minuman Keras

Ilustrasi - Barang bukti minuman keras di dalam jeriken disita Unit Reskrim Polsek Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (28/5). (Foto: Istimewa)

Ngawi (Antaranews Jatim) - Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi, Jawa Timur mengamankan ribuan liter minuman keras jenis arak jowo saat melakukan razia dalam rangka Operasi Zebra Semeru tahun 2018 di wilayah hukumnya.

Kanit Turjawali Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi Ipda Fredo Leonard Sianturi, mengatakan ribuan liter minuman keras tersebut disita dari pengemudi pikap bernama Zakaria (42) dan kernetnya Zainuri (45). Keduanya merupakan warga Rembang, Jawa Tengah.

"Keduanya kami amankan beserta barang bukti ribuan liter minuman keras saat petugas menggelar razia di ruas jalan Soekarno-Hatta Ngawi," ujar Ipda Fredo kepada wartawan, Selasa.

Awalnya, kedua pelaku ngotot jika barang yang diangkutnya adalah air mineral yang dikemas dalam botol-botol. Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata yang diangkut adalah arak jowo.

Arak tersebut dikemas dalam botol mineral yang disimpan dalam kardus. Total terdapat 32 kardus dengan masing-masing kardus berisi 21 botol air mineral ukuran besar.

Kepada polisi, keduanya mengaku arak tersebut dibeli dari daerah Karanganyar, Jawa Tengah. Sesuai rencana, minuman haram tersebut akan dijual di daerah Surabaya dan sekitranya.

"Selain pelaku dan ribuan liter arak, kami juga mengamankan mobil pikap yang digunakan untuk mengangkut arak sebagai barang bukti," kata dia.

Keduanya kini diamankan di Mapolres Ngawi guna pemeriksaan lebih lanjut. Demikian juga dengan ribuan liter arak dan mobil pikap sebagai barang bukti.

Sementara, data Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi mencatat, selama sepekan Operasi Zebra Semeru 2018 digelar, polres setempat telah menangani sebanyak 864 pelanggaran.

Dari sebanyak 864 pelanggaran lalu lintas tersebut, sebanyak 777 pelanggaran di antaranya dilakukan tindakan tegas berupa tilang. Sedangkan sisanya, hanya teguran.

Sesuai jadwal, razia masih akan terus digelar pada siang dan malam hari hingga tanggal 12 November 2018. (*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar