Evraz, perusahaan multinasional pembuat dan penambangan baja yang terintegrasi secara vertikal, melonjak 4,02 persen, merupakan peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Astrazeneca dan Wood Group (John) yang masing-masing meningkat 2,53 persen dan 2,07 persen.
Sementara itu, Gvc Holdings, grup taruhan olahraga dan permainan multinasional, menderita kerugian terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya anjlok 6,00 persen.
Disusul oleh saham Ashtead Group, perusahaan penyewaan peralatan industri Inggris, yang jatuh 4,40 persen, serta Just Eat, jasa pesanan dan pengiriman makanan daring (online), turun 4,17 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman berakhir sedikit lebih rendah pada perdagangan Senin (5/11), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 24,03 poin atau 0,21 persen, menjadi 11.494,96 poin.
Produsen semikonduktor Infineon Technologies mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue dengan kehilangan 3,71 persen.
Disusul oleh saham perusahaan spesialis ban Continental dan produsen material Covestro, yang masing-masing turun 3,54 persen dan 2,89 persen.
Di sisi lain, pabrikan otomotif Volkswagen dan kelompok energi E.ON mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya masing-masing naik 1,11 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan farmasi Merck yang naik 0,95 persen.
Grup perusahaan kimia BASF adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang dengan omset mencapai 161,41 juta euro (183,52 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup hampir datar pada perdagangan Senin (5/11), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun tipis 0,01 persen atau 0,74 poin, menjadi 5.101,39 poin.
Hanya 16 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 yang berhasil membukukan kenaikan harga.
Kelompok energi transnasional Prancis Total melonjak 2,29 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham kelompok perusahaan pengolahan air dan limbah Prancis Veolia Environment yang menguat 1,71 persen, serta perusahaan telekomunikasi Prancis Orange naik 1,47 persen.
Sementara itu, pemasok otomotif multinasional Prancis Valeo mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,90 persen.
Disusul oleh saham perusahaan jasa profesional dan konsultan bisnis multinasional Prancis Cap Gemini yang merosot 4,10 persen, serta perusahaan elektronik dan produsen semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics turun 3,66 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih kuat pada perdagangan Senin (5/11), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid menguat 0,20 persen atau 17,70 poin, menjadi 9.010,70 poin.
Sebanyak 22 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 berhasil mencatat kenaikan harga.
Jaringan supermarket DIA melonjak 19,57 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Disusul oleh saham perusahaan infrastruktur Acciona yang meningkat 2,26 persen, dan bank keempat terbesar Spanyol Bankia naik 1,80 persen.
Di sisi lain, perusahaan otomotif CIE Automotive mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnua merosot 2,19 persen.
Diikuti oleh saham jaringan hotel Melia Hotels serta perusahaan konsultan dan teknologi Indra A, yang masing-masing turun 2,04 persen dan 1,67 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.