1.032 Karateka Se-Indonesia Perebutkan Piala Wali Kota Malang

id karateka, kejurnas karate, piala wali kota malang, nurcholis sunuyeko

1.032 Karateka Se-Indonesia Perebutkan Piala Wali Kota Malang

Nurcholis Sunuyeko saat menandatangani berkas berita acara pengukuhan pengurus Forki Kota Malang masa bakti 2018-2022 di GOR Ken Arok Kota Malang, Jumat (2/11) (Endang Sukarelawati)

Forki Kota Malang menargetkan atlet binaan Forki bisa masuk dan berlaga di ajang PON 2020 di Papua. Target jangka pendek ini minimal dapat menambah perolehan media emas pada Porprov Jatim tahun depan yang digelar di Bojonegoro dan beberapa daerah sekitarnya.
Malang (Antaranews Jatim) - Sebanyak 1.032 karateka dari perguruan karate di Tanah Air berebut Piala Wali Kota Malang di ajang kejuaraan nasional ke-9 yang diselenggarakan Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Kota Malang pada 2-3 November 2018.
       
Ketua Umum Forki Kota Malang Nurcholis Sunuyeko di Malang, Jumat mengatakan peserta Kejurnas berasal dari berbagai daerah mulai dari Sabang hingga Merauke, bahkan jumlah kepesertaan melebihi target yang ditetapkan.
       
"Kami hanya menargetkan sekitar 1.000 peserta, namun animo karateka di Tanah Air cukup tinggi, sehingga melebih target. Itu pun sudah dihentikan pendaftarannya," kata Nurcholis yang juga Rektor IKIP Budi Utomo Malang tersebut usai pembukaan Kejurnas Karate Piala Wali Kota dan Pengukuhan Pengurus Forki Kota Malang periode 2018-2022 di GOR Ken Arok Kota Malang, Jawa Timur.
       
Nurcholis berharap Kejurnas karate Piala Wali Kota Malang tersebut mampu melahirkan atlet-atlet yang berprestasi, khususnya dalam bidang seni bela diri. "Forki ini punya tradisi, punya agenda tahunan dan akan terus kita laksanakan. Kami juga ingin melahirkan karateka-karateka handal, bukan hanya di tingkat lokal, regional, tapi tingkat nasional dan internasional," ujarnya.     
      
Dalam jangka pendek, lanjut Nurcholis, Forki Kota Malang menargetkan atlet binaan Forki bisa masuk dan berlaga di ajang PON 2020 di Papua. "Target jangka pendek ini minimal dapat menambah perolehan media emas pada Porprov Jatim tahun depan yang digelar di Bojonegoro dan beberapa daerah sekitarnya," ucapnya.
      
Ia mengakui target-target tersebut merupakan tantangan yang tidak ringan, namun positif karena dapat mengangkat nama Kota Malang di kancah nasional. Potensi atlet karate di Malang, sangat bagus karena olahraga tersebut cukup merakyat dan disenangi kalangan anak-anak muda.
      
"Sekarang tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik sehingga potensi itu meningkat berbuah prestasi. Kami akan semaksimal mungkin mewujudkan harapan untuk membesarkan Forki Kota Malang," tuturnya.
      
Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meminta Forki untuk membina para atlet dengan sebaik-baiknya dan maksimal agar mampu melahirkan karateka-karateka handal yang pada akhirnya meraih prestasi tertinggi, mengikuti jejak seniornya yang mampu mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018.
      
"Saya berharap kepengurusan Forki Kota Malang yang baru ini mampu mengangkat performa atlet karate Kota Malang, sehingga bisa mempersembahkan prestasi terbaik di kancah lokal, regional, nasional, bahkan internasional," paparnya.
       
Nurcholis Sunuyeko terpilih sebagai Ketua Umum Forki Kota Malang periode 2018-2022 secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Forki Kota Malang pertengahan Agustus lalu.
       
Saat ini ada delapan perguruan karate yang ada di Kota Malang, yakni Funakosi, BKC, KKI, Lemkari, Inkanas, Inkai, Porbikawa dan Inkado. Dari delapan perguruan karate itu, anggotanya mencapai ribuan.(*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar