Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp15.205 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.195 per dolar AS dipicu oleh sentimen eksternal.
Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa mengatakan berbagai sentimen global masih mendukung penguatan mata uang dolar AS, terutama setelah dirilisnya data-data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang membaik.
"Data-data ekonomi AS yang membaik membuka peluang The Fed melanjutkan kenaikan suku bunga," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang mengkhawatirkan kondisi ekonomi Italia. Defisit anggaran negara itu memburuk di tengah utang yang juga terus bertambah.
"Sentimen eksternal itu membuat laju dolar AS kembali meningkat dibandingkan sejumlah mata uang lainnya yang akhirnya berdampak pada depresiasi rupiah," katanya.
Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, mengatakan pelemahan mata uang rupiah juga dipengaruhi oleh keputusan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) yang menurunkan "reserve requirement" perbankan sebesar satu persen di tengah risiko perang dagang dengan AS.
"Penurunan 'reserve requirement' itu mendorong pelemahan yuan dan ikut memperlemah mata uang emerging market lainya termasuk Indonesia," katanya. **
IHSG
Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat seiring akumulasi beli yang dilakukan investor terhadap harga saham yang lemah.
IHSG dibuka menguat 10,84 poin atau 0,19 persen menjadi 5.771,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,69 poin atau 0,30 persen menjadi 906,36.
"Pelaku pasar kembali memanfaatkan sejumlah harga saham yang harganya relatif masih rendah sehingga IHSG melanjutkan penguatan," kata Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan sebagian investor juga merespon positif Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018, dimana sejumlah BUMN dan lembaga di bawah Kementerian Keuangan memfasilitasi penandatangan dan peluncuran delapan proyek di sela-sela rangkaian agenda itu.
"Diharapkan, pergerakan positif IHSG ini dapat berlanjut meski dibayangi pelemahan bursa saham Asia dan mata uang rupiah," katanya.
Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, mengatakan pasar saham Indonesia tetap dibayangi ketidakpastian global, terutama harga minyak dunia dan perang dagang yang telah terdampak terhadap rupiah.
"Kondisi itu dapat membebani IHSG, sejalan dengan pasar saham Asia yang terbebani sentimen perang dagang," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 324,17 poin (1,36 persen) ke 23.459,55, indeks Hang Seng melemah 52,05 poin (0,20 persen) ke 26.150,51, dan indeks Strait Times melemah 7,75 poin (0,24 persen) ke posisi 3.173,70. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.