Yang kena 80 unit komputer dan dua server komputerSurabaya (Antaranews Jatim) - Gedung di SMP Negeri 21 Kota Surabaya, Jawa Timur pada Senin sekitar pukul 10.30 WIB terbakar yang diduga dipicu oleh korsleting listrik.
"Awalnya dari gudang aula, sudah kami tangani dengan tabung pemadam habis empat, tapi tidak ngatasi akhirnya (api, red) naik ke atas ke lantai 2 sekolah," kata Kepala SMPN 21 Surabaya Chamim Rosyidi Irsyad.
Chamim menjelaskan, di dalam gudang aula tersebutterdapat kursi plastik dan kertas yang disisihkan karena di sekolah tersebut sedang ada pembangunan. Api dari gudang tersebut menjalar hingga ke lantai 2 dan melebar ke ruang laboratorium komputer.
"Yang kena 80 unit komputer dan dua server komputer," kata dia.
Pihaknya masih mencari titik kebakaran sebab tidak ada aktivitas di dalam gudang, namun tiba-tiba muncul api dari dalam gedung. Chamim menduga kebakaran terjadi karena korsleting listrik.
Dia memastikan begitu ada tanda-tanda api menjalar ke lantai 2, pihaknya segera mengevakuasi siswa yang berada di 10 ruangan di lantai tersebut.
"Sekolahnya karena ada perbaikan jadi ada dua kali jam belajar, pagi dan siang. Yang pagi sudah kami pulangkan satu jam lebih awal," ujarnya.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Bambang Vistadi menyatakan pihaknya menurunkan 12 unit mobil PMK untuk memadamkan api di sekolah itu. Tidak sampai 30 menit api pun dapat dipadamkan.
"Yang terbakar bermula dari gudang arsip naik ke lantai 2 dan ruang laboratorium. Pukul 10.48 kami tiba, pada pukul 11.18 sudah padam dan pada 12.29 sudah dinyatakan kondusif. Penyebab kita serahkan dari kepolisian," katanya.
Sementara itu Kapolsek Jambangan, Polrestabes Surabaya Kompol Khoirul Anam yang langsung meninjau ke lokasi pun meminta agar siswa yang masuk siang untuk tidak datang ke sekolah.
"Yang masuk siang kita imbau tidak masuk. Terus orang luar kita imbau tidak masuk," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.
Hal ini disebabkan petugas masih mencari sumber api yang diduga berasal dari gudang aula. Namun saat kejadian dipastikan tidak ada aktivitas apapun di dalam gedung tersebut. "Sumber api masih kita cari tahu, semua akan kita kumpulkan," tuturnya.(*)
Pewarta: Willy IrawanEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.