Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi multinasional, maju 1,51 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham grup Ocado dan grup Reckitt Benckiser yang masing-masing meningkat 1,41 persen dan 1,33 persen.
Sementara itu, Smith & Nephew, perusahaan manufaktur peralatan medis multinasional, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,04 persen.
NMC Health, penyedia layanan perawatan kesehatan swasta, merosot 3,69 persen, serta Glencore, perusahaan perdagangan dan pertambangan komoditas multinasional, turun 3,51 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (2/7), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt berkurang sebesar 67,83 poin atau 0,55 persen, menjadi 12.238,17 poin.
Produsen semikonduktor Infineon Technologies mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 2,47 persen.
Disusul oleh saham pembuat pakaian dan peralatan olahraga Adidas serta perusahaan perawatan kesehatan Eropa Fresenius SE, yang masing-masing melemah 1,82 persen dan 1,78 persen.
Di sisi lain, grup energi E.ON, meraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya meningkat 1,47 persen.
Diikuti oleh saham RWE dan pabrikan otomotif Daimler, yang masing-masing naik 1,41 persen dan 0,74 persen.
Daimler adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 336,34 juta euro (391,46 juta dolar AS).
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih rendah pada perdagangan Senin (2/7), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid melemah 0,67 persen atau 64,40 poin, menjadi 9.558,30 poin.
Sebanyak 26 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat mengalami penurunan harga.
Perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa kehilangan 2,13 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham bank terbesar kedua Spanyol BBVA yang merosot 2,11 persen, dan operator bandara AENA turun 1,96 persen.
Di sisi lain, jaringan supermarket DIA meningkat 2,93 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham perusahaan otomotif CIE Automotive yang naik 1,34 persen, dan perusahaan listrik Endesa bertambah 0,95 persen.
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (2/7), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,88 persen atau 46,77 poin, menjadi 5.276,76 poin.
Sebanyak 34 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 tercatat mengalami penurunan harga.
TechnipFMC, sebuah perusahaan berbasis di Inggris yang menyediakan jasa-jasa untuk proyek minyak dan gas, jatuh 3,36 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham raksasa aeronotika Eropa Airbus yang merosot 2,54 persen dan perusahaan induk barang mewah Prancis, Kering, turun 2,3 persen.
Sementara itu, perusahaan produk makanan multinasional Prancis Danone meningkat 1,24 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham uggulan.
Diikuti oleh perusahaan farmasi multinasional asal Prancis, Sanofi, yang menguat 0,22 persen, serta perusahaan utilitas listrik multinasional Prancis, Engie S.A. naik 0,15 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.