Tidak ada yang kembali ke rumah. Semua bermalam di wilayah tugas TPS-nya masing-masingSurabaya (Antaranews Jatim) - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyatakan siap mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) yang dijadwalkan berlangsung 27 Juni.
"Kami kerahkan 1.213 personel untuk bersiaga di sebanyakk 3.431 tempat pemungutan suara atau TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya," ujar Kepala Polrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan kepada wartawan, usai melakukan pengecakan kesiapan personel beserta sarana dan prasarananya sebelum diterjunkan ke lapangan di Surabaya, Senin.
Dia mengatakan pengamanan Pilkada Jatim 2018 ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Praja Semeru 2018. Dalam operasi ini, lanjut dia, kepolisian bertugas mengamankan dan mengawal seluruh logistik Pilkada.
"Ini tanggung jawab kita semua untuk mengawal, menjaga dan mengamankan rangakaian Pilkada Jatim sehingga masyarakat bisa melaksanakan dengan suka cita dan terhindar dari ketakutan," ucapnya.
Untuk itu mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ini menekankan agar segenap personel yang bertugas dapat mengenali situasi dan lingkungan di tiap tempat tugasnya.
"Kenali lingkungan RT, RW dan sebagainya di seputar TPS. Lakukan koordinasi dengan Komisi Penyelenggara Pemungutan Suara, serta peronel gabungan lainnya seperti dari Lintas Masyarakat, Tentara Nasional Indonesia dan lainnya," tuturnya.
Rudi berpesan agar segenap personel yang bertugas menyiapkan mental dan fisik sehingga bisa menerapkan disiplin yang kuat selama bekerja. "Tidak ada yang kembali ke rumah. Semua bermalam di wilayah tugas TPS-nya masing-masing," ucapnya.
Selain itu, dia juga mengingatkan netralitas anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selama bertugas mengamankan Pilkada. "Netralitas sebagai anggota polri adalah harga mati," ujarnya, menegaskan. (*)
Pewarta: Hanif NashrullahEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.