London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (30/5), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London menguat 56,93 poin atau 0,75 persen, menjadi 7.689,57 poin.

Royal Dutch Shell A, grup minyak internasional, melonjak 2,64 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham BP dan Royal Dutch Shell B, yang masing-masing naik 2,56 persen dan 2,28 persen.

Sementara itu, G4S, perusahaan jasa keamanan multinasional Inggris, mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya kehilangan 1,85 persen.

Disusul oleh saham Royal Bank of Scotland Group yang turun 1,39 persen, serta Melrose Industries, perusahaan investasi, menyusut 1,06 persen.

Di Jerman,  saham-saham Jerman ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu (30/5), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt bertambah 117,25 poin atau 0,93 persen, menjadi 12.783,66 poin.

Perusahaan farmasi Merck meraih keuntungan paling banyak (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya melonjak 4,12 persen.

Disusul oleh saham perusahaan kimia dan farmasi multinasional Bayer serta kelompok energi RWE, masing-masing naik 3,49 persen dan 3,08 persen.

Di sisi lain, maskapai Jerman Lufthansa mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 1,57 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement yang turun 0,71 persen, dan perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf melemah 0,08 persen.

Bayer adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 499,98 juta euro (581,57 juta dolar AS).

Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (30/5), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,20 persen atau 10,70 poin, menjadi 5.427,35 poin.

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 18 saham mengalami penurunan harga.

Konglomerat media massa multinasional Prancis, Vivendi, jatuh 3,64 persen, mencatat kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh bank Prancis Credit Agricole yang turun 1,29 persen, dan perusahaan konsultasi bisnis Capgemini kehilangan 0,92 persen.

Sementara itu, Technipfmc, pemimpin global dalam proyek minyak dan gas, teknologi, sistem dan jasa-jasa maju 2,28 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham investor properti komersial Unibail-Rodamco yang naik 1,92 persen, serta perusahaan minyak dan gas terintegrasi multinasional Prancis Total bertambah 1,74 persen. 

Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup menguat pada perdagangan Rabu (30/5), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid naik 0,47 persen atau 44,90 poin, menjadi 9.566,20 poin.

Sebanyak 25 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 berhasil mencatat kenaikan harga.

Perusahaan energi Spanyol Repsol melonjak 4,19 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Disusul oleh saham perusahaan kimia dan farmasi Grifols yang meningkat 3,33 persen, dan perusahaan infrastruktur Acciona naik 2,80 persen.

Di sisi lain, pengecer terkemuka di dunia Inditex jatuh 2,32 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham grup maskapai penerbangan IAG yang kehilangan 1,49 persen, serta perusahaan real estat Merlin turun 0,92 persen. (*)

Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026